Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 06.03 WIB

RS Manambai Naik Tipe B pada Akhir 2025, Warga Sumbawa dan Bima Tak Perlu Lagi ke Mataram untuk Berobat

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau Rumah Sakit Manambai. (Istimewa) - Image

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau Rumah Sakit Manambai. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menaikkan tipe Rumah Sakit Manambai Abdulkadir di Kabupaten Sumbawa dari C ke tipe B. Keputusan ini sebagai upaya peningkatan layanan kesehatan di wilayah tersebut.
 
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan, progres pembangunan tambahan fasilitas kesehatan berjalan sesuai rencana. Oleh karena itu, peningkatan status rumah sakit ditargetkan tidak meleset dari target akhir tahun 2025.
 
“Kunjungan ini untuk memastikan bahwa pembangunan tambahan ruangan dan fasilitas guna peningkatan menjadi tipe B berjalan dengan baik," kata Iqbal, Rabu (29/10).
 
"Kita harapkan akhir tahun ini semuanya sudah selesai, sehingga di awal tahun depan rumah sakit ini sudah resmi berstatus tipe B dan bisa langsung dimanfaatkan masyarakat," sambungnya.
 
 
Iqbal menjelaskan, masih terdapat beberapa proyek dalam pembangunan. Dia telah meminta kepada Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) serta Direktur Rumah Sakit untuk memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
 
“Tadi saya bawa Kepala Biro PBJ langsung ke sini, juga Pak Direktur Rumah Sakit. Saya minta kalau memang perlu penambahan tenaga kerja, segera tambah tenaga kerja. Terpenting, akhir tahun ini harus selesai secepatnya," imbuhnya.
 
Iqbal menuturkan, dengan peningkatan status rumah sakit, nantinya pelayanan kesehatan pun meningkat. Rumah sakit akan bisa memberikan berbagai layanan kesehatan lanjutan yang selama ini hanya tersedia di Mataram.
 
“Beberapa jenis perawatan seperti jantung termasuk pemasangan ring serta layanan ginjal seperti cuci darah, nanti sudah bisa dilakukan di sini," ungkapnya. 
 
Dengan begitu, sambung Iqbal, warga Sumbawa dan Bima tidak perlu lagi ke Kota Mataram untuk berobat. "Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk pemerataan layanan kesehatan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa," tegasnya. 
 
Menurut Iqbal, masyarakat harus mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya tinggi. Di sisi lain, Pemprov NTB juga berupaya maksimal dalam pemenuhan SDM setelah peningkatan status rumah sakit. Sebab, ketersediaan tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan subspesialis masih terbatas.
 
“Menambah dokter spesialis itu tidak mudah, prosesnya panjang. Tapi pemerintah provinsi, rumah sakit dan pemerintah kabupaten sudah berupaya memberikan dorongan untuk menyiapkan tenaga-tenaga spesialis baru”, ucapnya.
 
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi tenaga kesehatan yang ingin melanjutkan pendidikan spesialisasi.
 
“Kalau ada permintaan rekomendasi untuk mengambil spesialis, saya tidak pernah menolak. Langsung saya tanda tangani, karena kita sangat membutuhkan tenaga-tenaga itu”, pungkasnya.
 
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan program beasiswa kedokteran dan spesialisasi sebagai strategi jangka panjang, untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di seluruh wilayah NTB, termasuk di Pulau Sumbawa.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore