
Beberapa bocah perempuan yang masih duduk di sekolah dasar (SD) Kota Semarang diduga menjadi korban penculikan. Pelaku kini sudah diamankan aparat kepolisian. (Istimewa)
JawaPos.com - Beberapa bocah perempuan yang masih duduk di sekolah dasar (SD) Kota Semarang diduga menjadi korban penculikan. Mirisnya lagi, para korban diajak melakukan perbuatan tak senonoh oleh pelaku.
Beruntung, pelaku berhasil diamankan warga di daerah sekitaran Bendung Gerak Sungai Banjir Kanal Barat, wilayah Tawangmas, Semarang Utara, Selasa (7/10) sekitar pukul 17.30.
Pihak anggota Reskrim Polsek Semarang Utara, yang dipimpin Katim Elang Semarang Utara, Aiptu Agus Supriyanto yang mendapat laporan warga, langsung menuju lokasi tersebut.
Selanjutnya, pelaku digelandang ke Mapolsek Semarang Utara guna penanganan lebih lanjut. "Iya, awalnya diamankan oleh warga kemarin (Selasa) menjelang magrib. Info awalnya kita dapat laporan adanya penculikan anak SD, pelakunya tertangkap di situ (TKP penangkapan)," ungkap Aiptu Agus Supriyanto, kepada Radar Semarang (Jawa Pos Group), Senin (13/10).
"Terus kita ke datang ke lokasi, selanjutnya kita bawa ke Terus kita bawa ke Polsek Semarang Utara, untuk dilakukan interogasi," lanjutnya.
Aiptu Agus membeberkan, awal penangkapan ini setelah salah satu kerabat korban melihat pelaku mengendarai sepeda motor melintas jalan raya sekitaran Kokrosono. Pelaku memboncengkan seorang korban.
"Jadi korban ini gak pulang-pulang dari sekolahan. Nah, saudaranya ini melihat korban diboncengkan pelaku, kemudian langsung dikejar dan akhirnya tertangkap. Ya sempat diamuk (pelaku dipukuli) warga," jelasnya.
Hasil introgasi sementara, pelaku mengaku telah melakukan perbuatan ini tiga kali. Para korban rata-rata masih sekolah dasar.
"Modusnya pelaku ini mengintai korban para anak SD yang pulang sendirian jalan kaki. Kemudian dicegat dibujuk rayu dibawa ke rumah kosong, melakukan perbuatan tidak senonoh," katanya.
Agus menyebut, kejadian dua kali sebelumnya ini telah dilakukan di sebuah rumah kosong di wilayah Kecamatan Ngaliyan dan Semarang Barat.
"Salah satu korban dirayu dan dikasih uang Rp 5 ribu. Satu pelaku lainnya, belum kejadian, dikasih es teh, tapi gak mau," bebernya.
Namun, pelaku diduga melakukan aksi bejat ini lebih dari tiga kali. Korban, diduga mencapai puluhan.
Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan handphone pelaku oleh pihak kepolisian ditemukan adanya rekaman video tak senonoh.
"Di video (Handphone) ada puluhan video, ada cewek-cewek sekitaran usia SD, SMP, tapi pakai masker. Ngakunya (dalih) pelaku mahasiswa," bebernya.
Setelah dilakukan introgasi dan pemeriksaan awal, pelaku diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Semarang guna penanganan dan proses hukum selanjutnya, Selasa (7/10/2025) malam.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
