
Ilustrasi musim hujan di Jawa Timur diprediksi BMKG datang lebih awal, mayoritas mulai Oktober. (Derry Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan musim hujan di Jawa Timur diprediksi datang lebih awal. Dari 38 kabupaten/kota, mayoritas mulai Oktober 2025.
Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Timur, Anung Suprayitno. Sejatinya, awal musim hujan diprediksi bervariasi dari awal September - awal Desember 2025.
“Musim hujan tahun 2025/2026 di Jawa Timur, 70 dari 74 ZOM (zona musim) diprediksikan mengalami musim hujan lebih awal atau maju dibandingkan kondisi normalnya (dalam rentang waktu 1991 - 2020)," tutur Anung, Jumat (26/9).
Dari 74 zona musim (ZOM) di Jawa Timur, BMKG memprediksi 8 ZOM mulai hujan September, 49 ZOM Oktober, 14 ZOM November, 1 ZOM Desember, sementara 2 ZOM hujan sepanjang tahun 2025.
"Artinya 1 ZOM (Surabaya dan Sidoarjo) sama dengan musim hujan normalnya, 1 ZOM (Trenggalek) mundur, 2 ZOM (Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Malang) diprediksi musim hujan sepanjang 2025," imbuh Anung.
Anung menyebut, curah hujan musim 2025/2026 di Jawa Timur berkisar 500-2.500 mm. Namun, sekitar 65 persen daerah berpotensi mengalami hujan dengan curah lebih dari 1.500 mm.
"Puncak musik hujan diprediksi akan terjadi pada Januari 2026, dengan total 40 ZOM atau 55 persen dan sifat hujan sebagian sebagian besar normal, sekitar 54 ZOM atau 73 persen. 27 persen lainnya di atas normal," terang Anung.
BMKG meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem saat peralihan musim. Sekaligus mengurangi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi sepanjang musim hujan.
Selain itu, baik pemerintah maupun lembaga terkait juga diimbau untuk menyesuaikan program sektor pertanian agar selaras dengan datangnya musim hujan. Sehingga potensi dampak negatif dapat diminimalisir sejak awal.
”Masyarakat diharapkan mengoptimalkan informasi BMKG, sehingga lebih siap dan antisipatif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang, longsor," tukas Anung.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
