Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 15.58 WIB

Dianggap Lalai Sebabkan 9 Penumpangnya Tewas, Sopir Bus Pariwisata Nakes Jember Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Jalur Bromo

Sopir Bus Pariwisata Nakes Jember Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Jalur Bromo. (Dokumentasi Radar Bromo) - Image

Sopir Bus Pariwisata Nakes Jember Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Jalur Bromo. (Dokumentasi Radar Bromo)

JawaPos.com - Sopir bus pariwisata IND'S 88 Trans yang membawa rombongan nakes dari Rumah Sakit Bina Sehat Jember, Al Bahri, 60 tahun ditetapkan Polres Probolinggo sebagai tersangka kecelakaan maut di jalur Bromo. 

Ia merupakan warga Desa Gladak, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebelum penetapan tersangka, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan menyeluruh. 

Hasil penyelidikan mengungkap beberapa fakta, diantaranya jalan TKP diapit selokan pada kedua sisi, terdapat pembatas jalan di sisi selatan, yang juga berbatasan langsung dengan tebing cukup curam. 

Posisi akhir bus pariwisata IND'S 88 Trans bernomor polisi P 7221 UG, berada di depan rumah warga dalam posisi miring ke kanan. Jejak ban terlihat di badan jalan sebelah selatan, sepanjang 35 meter. 

Saat diperiksa, perseneling bus berada di gigi 3 dan setir mengarah ke kiri. Jarak dari benturan pertama hingga bus berhenti menempuh sekitar 60 meter, tanpa jejak pengereman, dengan kecepatan sekitar 82 km/jam.

“Dari fakta-fakta yang diperoleh, sopir tidak menguasai teknis pengereman di jalur menurun. Maka saudara AB (Al Bahri) ditetapkan sebagai tersangka," ujar AKBP Wahyudin, dikutip dari Radar Bromo, Jawa Pos Group, Kamis (25/9).

Ia mengatakan sopir bus lalai dan kurang menguasai tata cara mengemudi kendaraan. Al Bahri melakukan pengereman secara berulang, sehingga membuat sistem rem rusak total dan bus melaju tanpa kendali. 

Unit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo juga melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi dan 1 saksi ahli. Mereka adalah sopir, kernet, tour leader, 3 saksi di TKP, 3 penumpang bus, 4 orang PO Bus, dan ahli transportasi.

“Pengecekan juga dilakukan oleh ATPM Hino (sebagai pabrikan bus yang mengalami kecelakaan), khususnya pada bagian pengereman kendaraan, mulai dari roda ban, kampas rem, hingga air drayer," imbuhnya. 

AKBP Wahyudin menyebut tersangka telah ditahan. Dari tangan Al Bahri, Polres Probolinggo menyita sejumlah bukti, seperti bus, STNK, SIM milik tersangka, dan sepeda motor. 

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi saat bus pariwisata yang membawa rombongan nakes RSBS Jember, mengalami rem blong saat melaju di turunan menikung Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo, Minggu (14/9).

Nahas, 9 orang penumpang dinyatakan meninggal dalam insiden tersebut. Di antaranya Hendra Pratama, Wardatur Soleha, Aiza Fahrani Agustin, Bela Putri Kayla Nurjati.

Kemudian Hesti Purnama Wreda Naya, Afti Wibowo Wati, Nasha Askiya Nayyara, Dessy Eka Agustin, dan Bety. Sementara puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore