
Kondisi bus rombongan wisata RS Bina Sehat Jember usai alami kecelakaan maut di jalur Bromo Boto Probolinggo. 8 orang meninggal dalam insiden tersebut. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)
JawaPos.com - Kecelakaan maut yang terjadi pada Minggu siang (14/9) di Jalur Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) menyisakan duka mendalam bagi keluarga 8 korban meninggal. Warga sekitar lokasi kecelakaan pun menyampaikan kesaksiannya.
Berdasar kesaksian warga di lokasi kecelakaan, bus pariwisata IDN’s 88 mengalami rem blong hingga menabrak pembatas jalan.
Dikutip dari pemberitaan Radar Bromo (Jawa Pos Group) pada Senin (15/9), Rina, salah seorang warga yang berada di lokasi kecelakaan menuturkan bahwa beberapa korban selamat yang ditolong oleh warga sempat menceritakan kronologi kecelakaan.
Dari cerita para korban tersebut, Rina menyampaikan bahwa bus tersebut sudah mengalami rem blong jauh dari lokasi kecelakaan yang berada di Desa Boto.
”Katanya dari atas itu sudah blong, mau berhenti nggak bisa. Jadi, dari atas itu sudah berdoa semua (penumpang) di dalam bus. Sampai akhirnya nabrak di sini,” ungkap Rina.
Saat bus tersebut menabrak pembatas jalan, tembok rumah warga, dan sepeda motor milik kurir paket, suara benturan terdengar sangat keras.
Seketika suara itu disusul jeritan dan teriakan minta tolong. Rina dan warga lainnya langsung menolong para korban. Ada yang sudah terlempar keluar dari bus, ada pula yang terjepit dan terjebak dalam bus.
Berdasar data dari Radar Bromo, bus tersebut membawa 55 orang penumpang, termasuk sopir bus bernama Albahri. Sopir bus berusia 59 tahun itu berasal dari wilayah Sumbersari, Jember.
Bus itu digunakan oleh karyawan dari Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Sebelum mengalami kecelakaan tragis, puluhan wisatawan tersebut baru saja menuntaskan libur di Gunung Bromo.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di turunan Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Bus bernomor polisi P 7221 UG yang dikemudikan Albahri melintasi jalur curam sampai mendadak kehilangan fungsi rem.
Kondisi itu memicu kecelakaan. Kendaraan oleng, menabrak pagar rumah warga, menghantam sepeda motor yang terparkir, kemudian terguling.
”Saat turunan, rem sudah blong. Saya banting setir ke kanan, bus menabrak pembatas jalan, meluncur ke bawah hingga menghantam pagar rumah dan motor kurir,” kata Bahri.
Untuk memperingatkan pengguna jalan lain, Bahri sempat membunyikan klakson bus dan menyalakan lampu. Dia melakukan itu lantaran lalu lintas saat itu cukup padat.
Namun demikian, langkah itu tidak cukup untuk menghindarkan bus tersebut dari kecelakaan.
Aparat kepolisian memastikan bahwa jumlah korban pasca kecelakaan itu mencapai 52 orang. Sebanyak 8 meninggal dunia dan 44 luka-luka.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
