Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 19.23 WIB

Kesaksian Warga di Lokasi Kecelakaan Maut Bus Pariwisata Jalur Wisata Gunung Bromo: Rem Blong dari Atas, Penumpang Pasrah dan Berdoa

Kondisi bus rombongan wisata RS Bina Sehat Jember usai alami kecelakaan maut di jalur Bromo Boto Probolinggo. 8 orang meninggal dalam insiden tersebut. (Inneke Agustin/ Radar Bromo) - Image

Kondisi bus rombongan wisata RS Bina Sehat Jember usai alami kecelakaan maut di jalur Bromo Boto Probolinggo. 8 orang meninggal dalam insiden tersebut. (Inneke Agustin/ Radar Bromo)

JawaPos.com - Kecelakaan maut yang terjadi pada Minggu siang (14/9) di Jalur Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) menyisakan duka mendalam bagi keluarga 8 korban meninggal. Warga sekitar lokasi kecelakaan pun menyampaikan kesaksiannya.

Berdasar kesaksian warga di lokasi kecelakaan, bus pariwisata IDN’s 88 mengalami rem blong hingga menabrak pembatas jalan. 

Dikutip dari pemberitaan Radar Bromo (Jawa Pos Group) pada Senin (15/9), Rina, salah seorang warga yang berada di lokasi kecelakaan menuturkan bahwa beberapa korban selamat yang ditolong oleh warga sempat menceritakan kronologi kecelakaan.

Dari cerita para korban tersebut, Rina menyampaikan bahwa bus tersebut sudah mengalami rem blong jauh dari lokasi kecelakaan yang berada di Desa Boto. 

”Katanya dari atas itu sudah blong, mau berhenti nggak bisa. Jadi, dari atas itu sudah berdoa semua (penumpang) di dalam bus. Sampai akhirnya nabrak di sini,” ungkap Rina. 

Saat bus tersebut menabrak pembatas jalan, tembok rumah warga, dan sepeda motor milik kurir paket, suara benturan terdengar sangat keras.

Seketika suara itu disusul jeritan dan teriakan minta tolong. Rina dan warga lainnya langsung menolong para korban. Ada yang sudah terlempar keluar dari bus, ada pula yang terjepit dan terjebak dalam bus. 

Berdasar data dari Radar Bromo, bus tersebut membawa 55 orang penumpang, termasuk sopir bus bernama Albahri. Sopir bus berusia 59 tahun itu berasal dari wilayah Sumbersari, Jember.

Bus itu digunakan oleh karyawan dari Rumah Sakit Bina Sehat Jember. Sebelum mengalami kecelakaan tragis, puluhan wisatawan tersebut baru saja menuntaskan libur di Gunung Bromo

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB di turunan Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo. Bus bernomor polisi P 7221 UG yang dikemudikan Albahri melintasi jalur curam sampai mendadak kehilangan fungsi rem.

Kondisi itu memicu kecelakaan. Kendaraan oleng, menabrak pagar rumah warga, menghantam sepeda motor yang terparkir, kemudian terguling.

”Saat turunan, rem sudah blong. Saya banting setir ke kanan, bus menabrak pembatas jalan, meluncur ke bawah hingga menghantam pagar rumah dan motor kurir,” kata Bahri.

Untuk memperingatkan pengguna jalan lain, Bahri sempat membunyikan klakson bus dan menyalakan lampu. Dia melakukan itu lantaran lalu lintas saat itu cukup padat.

Namun demikian, langkah itu tidak cukup untuk menghindarkan bus tersebut dari kecelakaan.

Aparat kepolisian memastikan bahwa jumlah korban pasca kecelakaan itu mencapai 52 orang. Sebanyak 8 meninggal dunia dan 44 luka-luka. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore