Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 23.00 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Petugas di Lumajang Laporkan Tinggi Letusan Sempat Menyentuh 500 Meter di Atas Puncak

Foto erupsi Gunung Semeru pada Selasa (2/9) pagi (HO-PVMBG) - Image

Foto erupsi Gunung Semeru pada Selasa (2/9) pagi (HO-PVMBG)

JawaPos.com – Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi dengan tinggi letusan yang sempat mencapai 500 meter pada Selasa (1/9).

Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu sempat mengalami empat kali erupsi di atas puncak (Mahameru).

Dikutip dari aplikasi MAGMA Indonesia, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto memberikan laporan tertulis terkait erupsi pertama yang diterima di Lumajang.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 2 September 2025, pukul 00.42 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 200 meter di atas puncak," kata Liswanto.

Liswanto menerangkan bahwa erupsi menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya

Gunung Semeru mengalami erupsi kedua pukul 01.36 WIB dengan visual kolom letusan tidak teramati.

Liswanto kembali melaporkan bahwa erupsi ketiga Semeru terjadi pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan yang meningkat menjadi kurang lebih 500 meter di atas puncak.

Yadi Yuliandi yang menggantikan Liswanto kemudian melaporkan bahwa Semeru mengalami erupsi keempat pada pukul 08.30 WIB dengan tinggi kolom letusan kurang lebih 300 meter di atas puncak.

Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Selasa (2/9), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.

Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Yadi.

PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Selain itu masyarakat juga perlu waspada terhadap potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore