Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 19.50 WIB

Fakta-fakta Polisi Serbu Unisba Tengah Malam: Bantahan Polda Jabar dan Rektorat, Bedanya dengan Versi Mahasiswa

Viral di media sosial pihak kepolisian menyerang kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas). (Istimewa) - Image

Viral di media sosial pihak kepolisian menyerang kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas). (Istimewa)

JawaPos.com – Kericuhan di sekitar Jalan Tamansari, Bandung, Senin (1/9) tengah malam, memunculkan beragam klaim soal aparat yang disebut masuk hingga ke area Universitas Islam Bandung (Unisba).

Dari pihak kepolisian, rektorat kampus, hingga mahasiswa, masing-masing memberikan versi berbeda mengenai peristiwa tersebut.

Berikut rangkuman fakta-faktanya:

1. Versi Polisi: Gas Air Mata Tertiup Angin

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, membantah aparat masuk ke area kampus. Menurutnya, gas air mata yang sampai ke sekitar Unisba bukan diarahkan ke kampus, melainkan tertiup angin usai ditembakkan ke jalan raya.

Hendra menegaskan jarak petugas sekitar 200 meter dari kampus, dan tidak ada tembakan peluru karet maupun aparat yang menerobos masuk ke dalam area Unisba.

2. Versi Rektorat: Tidak Ada Polisi Masuk

Rektor Unisba, Harits Nu’man, juga menyatakan hal serupa. Ia memastikan tidak melihat aparat masuk ke dalam kampus, baik berpakaian dinas maupun preman.

Menurut Harits, yang masuk hanyalah massa demonstran yang lari ke area kampus setelah kericuhan.

Ia menambahkan, posko medis di Unisba sudah ditutup sejak pukul 21.00 WIB, sehingga tidak ada aktivitas kampus saat peristiwa berlangsung.

3. Versi Mahasiswa: Gas Air Mata Tembus ke Area Kampus

Berbeda dengan polisi dan rektorat, mahasiswa menyebut aparat menembakkan gas air mata hingga mengenai area kampus.

Presiden Mahasiswa Unisba, Kamal Rahmatullah, mengaku ada bukti selongsong gas air mata di sekitar area kampus.

Ia menegaskan aparat memang tidak masuk ke dalam gedung, namun tembakan gas air mata sampai ke gerbang bahkan ada yang jatuh di dalam area kampus.

4. Tuduhan Brutalitas: Ada yang Kena Tembakan di Dada

Dalam pernyataannya, Kamal menyebut serangan aparat tergolong brutal dan membahayakan nyawa mahasiswa. Ia mengklaim ada korban terkena tembakan di bagian dada, selain banyak yang sesak napas akibat gas air mata.

Mahasiswa pun menilai insiden ini sebagai bentuk represif aparat dan pelanggaran terhadap otonomi kampus.

5. Tuntutan Mahasiswa: Investigasi Hingga Pertanggungjawaban

Mahasiswa Unisba mendesak Komnas HAM, Ombudsman, hingga LPSK turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam peristiwa ini. Mereka juga menuntut pertanggungjawaban Kapolda Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, dan aparat terkait atas serangan tersebut.

Kericuhan ini pun menyisakan perbedaan tajam antara versi aparat dan rektorat yang menekankan tidak ada polisi masuk ke kampus, dengan versi mahasiswa yang menyoroti tembakan gas air mata hingga jatuh di area kampus dan adanya korban luka.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore