
Gedung DPRD Makassar tinggal puing, Sabtu 30 Agustus 2025. (NURHADI/FAJAR)
JawaPos.com - Muhammad Akbar Basri atau biasa dipanggil Abay menjadi salah seorang korban meninggal dunia dalam aksi demo di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlangsung Jumat malam (29/8). Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sehari-hari bertugas sebagai staf humas di DPRD Kota Makassar itu terjebak di antara api yang membakar gedung kantornya. Pesan terakhir Abay pun beredar luas di media sosial.
Dalam potongan tangkapan layar ruang percakapan WhatsApp, Abay mengirimkan pesan pada pukul 21.31 WITA. Pesannya bernada permohonan maaf. Dalam pesan itu tersirat bahwa Abay sudah tidak bisa kemana-mana. Dia hanya bisa pasrah di tengah kepungan massa dan api yang dengan cepat membakar Gedung DPRD Kota Makassar.
”Bismillah. Mohon maaf kalau ada salahku semua. Sehat sehatki nah. Dikepung. Nd bsa apa2. Nd bsaaaaaa. Mohon doataa. Ksihan,”
Semua pesan itu dikirimkan oleh Abay pada menit yang sama. Setelah amukan massa mereda dan petugas penyelamat bisa melakukan evakuasi, Abay ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Pihak rumah sakit menyampaikan Abay terlalu banyak menghirup asap. Hal serupa yang menyebabkan Syahrina Wati yang juga tewas dalam peristiwa tragis itu.
Selain Abay dan Syahrina, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tanah Ujung Syaiful Akbar juga meninggal dunia. Dia meninggal setelah berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat dari atas gedung DPRD Kota Makassar. Sempat dievakuasi ke rumah sakit, nyawa Syaiful Akbar akhirnya tidak tertolong. Sehingga total ada 3 ASN yang tewas dalam peristiwa itu.
”Atas nama pemerintah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. ASN yang gugur atas nama Muhammad Akbar Basri (Staf DPRD Kota Makassar), Syahrina Wati (Staf DPRD Kota Makassar), dan Syaiful Akbar (Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tanah Ujung) telah memberikan pengabdian terbaiknya bagi bangsa dan negara,” ungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini pada Sabtu (30/8).
Rini memastikan bahwa hak-hak sebagai ASN yang gugur saat menjalankan tugas negara dipastikan akan dipenuhi dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Dia juga berharap situasi dapat segera kembali kondusif. Dia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan bersama, baik bagi ASN, masyarakat, maupun aparat di lapangan.
”Saya berharap agar tidak ada lagi korban yang jatuh dalam aksi demonstrasi kali ini, baik dari masyarakat, ASN, maupun aparat,” ujarnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
