Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 17.49 WIB

Rehabilitasi Mangrove di Manggarai Barat: Upaya Cegah Abrasi dan Pulihkan Ekosistem Pesisir

Ilustrasi peran mangrove dalam menjaga ekosistem garis pantai dan menahan laju abrasi. (Istimewa) - Image

Ilustrasi peran mangrove dalam menjaga ekosistem garis pantai dan menahan laju abrasi. (Istimewa)

JawaPos.com-Upaya menjaga garis pantai dari ancaman abrasi terus dilakukan melalui penanaman mangrove di wilayah pesisir. Salah satunya di Desa Golo Sepang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang baru saja menambah 40.000 bibit mangrove di kawasan Muara Sungai Terang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rehabilitasi mangrove yang sudah berjalan sejak 2022. Hingga tahun ini, total lebih dari 100.000 bibit telah ditanam oleh MPMX di lahan konservasi seluas 10 hektare dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 85 persen. 

Angka tersebut diklaim menunjukkan keberhasilan signifikan dalam menjaga ekosistem pesisir.

Peran Vital Mangrove 

Mangrove sendiri dikenal memiliki peran penting dalam menahan laju abrasi, melindungi garis pantai dari gelombang besar, hingga menyerap karbon yang berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. 

Akar mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut, sekaligus penopang rantai makanan di perairan pesisir.

“Keberadaan mangrove bukan hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menjamin masa depan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada laut,” jelas Beatrice Kartika, Group CFO MPMX melalui keterangannya.

Program rehabilitasi ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menyasar pemberdayaan ekonomi warga. Nelayan setempat mendapat dukungan berupa pelatihan budidaya kepiting bakau dengan metode apartemen kepiting yang ramah lingkungan. 

Hasil panennya kini telah dipasok ke restoran di Labuan Bajo, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, ibu-ibu pesisir diberi pendampingan untuk mengolah hasil alam menjadi produk bernilai jual, seperti sirup buah mangrove dan sambal kepiting.

Produk ini sudah mengantongi Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sehingga bisa dipasarkan lebih luas. Dengan adanya program rehabilitasi mangrove, Desa Golo Sepang kini dikenal sebagai destinasi ekowisata.

Wisatawan bisa menikmati trekking di hutan mangrove hingga bermain kano di perairan sekitar. Kawasan ini juga menarik perhatian akademisi, menjadi lokasi penelitian dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Keberhasilan Golo Sepang menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove bukan hanya soal menanam pohon, tetapi menciptakan dampak sosial, ekonomi, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore