
Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah - Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10 ribu bibit mangrove di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7/2026). (Istimewa)
JawaPos.com - Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah - Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10 ribu bibit mangrove di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7) sore.
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional. Penanaman dilakukan sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir pascabencana banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari beberapa negara, jajaran TNI AL, TNI AD, Polri, serta SKPD Kabupaten Tapanuli Tengah.
Staf Komander Pacific Partnership 2026, Jannet, menyebut kegiatan ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga diplomasi kemanusiaan.
Baca Juga:Debut Andoni Iraola Dibayangi Krisis Bek Tengah, Joe Gomez Cedera saat Liverpool Lawan Sunderland
"Nama saya Komandan Jannet, saya dari Pacific Partnership 2026. Hari ini intinya bukan hanya menanam pohon untuk melindungi, tetapi juga momentum, kesempatan untuk menjaga hubungan satu dengan yang lain dan menjaga hubungan baik itu dalam jangka panjang. Jadi kami semua sangat bangga hari ini menjadi bagian dari kegiatan penanaman, ini bukan secara pribadi tetapi seluruh tim menjadi satu kesatuan," ujar Jannet.
Pacific Partnership adalah misi bantuan kemanusiaan multilateral dan kesiapsiagaan bencana tahunan terbesar Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik. Misi ini mencakup manajemen bencana, pertukaran medis, dan proyek-proyek teknik. Berawal dari tsunami 2004, kini PP26 memasuki iterasi ke-22 dan saat ini aktif di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Sementara itu, Sekretaris Gabema Tapteng–Sibolga, Dani Hatrin Tampubolon, mengatakan penanaman mangrove adalah program yang sudah lama dicanangkan Gabema.
"Penanaman mangrove ini adalah program yang sudah kami canangkan. Ada 10 ribu mangrove yang akan ditanam. Ini juga merupakan bagian dari perhatian kami, perantau dari Tapteng dan Sibolga yang berkumpul dalam Gabema. Ini langkah yang bisa kami lakukan dalam pelestarian alam di kampung halaman," kata Dani.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga menyasar edukasi. Pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan dilibatkan langsung sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian terhadap lingkungan.
"Selain isu lingkungan, kita juga sedang menanamkan nilai-nilai edukasi saat ini. Kita lihat anak-anak Asrama Matauli Pandan turut serta menanam mangrove, benteng alami di daerah laut. Program berikut, kita juga akan melakukan penghijauan," tambahnya.
Dani juga mengingatkan bahwa Gabema dan IKAMA Matauli sebelumnya telah proaktif menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana di wilayah pegunungan dan pesisir.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
