Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Juli 2026 | 00.19 WIB

Pemulihan Pascabanjir Bandang, Gabema dan TNI AL-US Navy Tanam 10 Ribu Mangrove di Tapanuli Tengah

Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah - Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10 ribu bibit mangrove di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7/2026). (Istimewa) - Image

Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah - Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10 ribu bibit mangrove di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7/2026). (Istimewa)

JawaPos.com - Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah - Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10 ribu bibit mangrove di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7) sore.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional. Penanaman dilakukan sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir pascabencana banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari beberapa negara, jajaran TNI AL, TNI AD, Polri, serta SKPD Kabupaten Tapanuli Tengah. 

Staf Komander Pacific Partnership 2026, Jannet, menyebut kegiatan ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga diplomasi kemanusiaan.

"Nama saya Komandan Jannet, saya dari Pacific Partnership 2026. Hari ini intinya bukan hanya menanam pohon untuk melindungi, tetapi juga momentum, kesempatan untuk menjaga hubungan satu dengan yang lain dan menjaga hubungan baik itu dalam jangka panjang. Jadi kami semua sangat bangga hari ini menjadi bagian dari kegiatan penanaman, ini bukan secara pribadi tetapi seluruh tim menjadi satu kesatuan," ujar Jannet.

Pacific Partnership adalah misi bantuan kemanusiaan multilateral dan kesiapsiagaan bencana tahunan terbesar Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik. Misi ini mencakup manajemen bencana, pertukaran medis, dan proyek-proyek teknik. Berawal dari tsunami 2004, kini PP26 memasuki iterasi ke-22 dan saat ini aktif di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Sementara itu, Sekretaris Gabema Tapteng–Sibolga, Dani Hatrin Tampubolon, mengatakan penanaman mangrove adalah program yang sudah lama dicanangkan Gabema.

"Penanaman mangrove ini adalah program yang sudah kami canangkan. Ada 10 ribu mangrove yang akan ditanam. Ini juga merupakan bagian dari perhatian kami, perantau dari Tapteng dan Sibolga yang berkumpul dalam Gabema. Ini langkah yang bisa kami lakukan dalam pelestarian alam di kampung halaman," kata Dani.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga menyasar edukasi. Pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan dilibatkan langsung sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian terhadap lingkungan.

"Selain isu lingkungan, kita juga sedang menanamkan nilai-nilai edukasi saat ini. Kita lihat anak-anak Asrama Matauli Pandan turut serta menanam mangrove, benteng alami di daerah laut. Program berikut, kita juga akan melakukan penghijauan," tambahnya.

Dani juga mengingatkan bahwa Gabema dan IKAMA Matauli sebelumnya telah proaktif menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana di wilayah pegunungan dan pesisir.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore