
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas.
JawaPos.com–Penyidik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banjarbaru jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) belum menetapkan tersangka terhadap kasus kecelakaan lalu lintas kontainer menimpa siswa sekolah dasar (SD).
”Kasus kontainer yang menimpa sejumlah siswa SD ini masih dalam proses penyelidikan dan status sopir masih terperiksa,” ucap Kasatlantas Polres Banjarbaru AKP Embang Pramono seperti dilansir dari Antara di Banjarbaru.
Diketahui, kecelakaan lalu lintas truk kontainer melukai sembilan murid SD di Jalan A. Yani jurusan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Tepatnya di depan SDN 1 Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru pada Kamis (14/8) siang.
Insiden kecelakaan melibatkan sebuah truk bermuatan kontainer dengan nomor polisi DA 8412 CC yang dikemudikan AS melintas dari arah Bati-Bati menuju Bundaran Liang Anggang terjadi sekitar pukul 11.11 wita. Saat tiba di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), kontainer diduga tersangkut pohon dan terjatuh ke arah kiri jalan, dan menimpa sejumlah siswa yang berada di tepi jalan.
Akibat dari kejadian tersebut, sembilan siswa yang ada di tepi jalan mengalami luka memar, patah tulang, dan nyeri di beberapa bagian tubuh.
”Seluruh korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke RSI Sultan Agung Banjarbaru untuk mendapatkan perawatan medis,” ucap AKP Embang mewakili Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda.
Embang juga menyampaikan peristiwa kecelakaan truk kontainer tersebut tidak ada korban jiwa, namun sejumlah kendaraan mengalami kerusakan.
”Selain para murid, dua unit motor yang terparkir di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. Sementara itu, untuk sopir truk sendiri, tidak mengalami luka,” jelas Embang Pramono.
Penyidik Polres Banjarbaru telah mengolah tempat kejadian perkara, serta mencatat identitas pengemudi dan para saksi, serta mengamankan barang bukti. Penyebab pasti kontainer terjatuh tersebut masih tahan penyelidikan dari Satlantas Polres Banjarbaru.
”Untuk kasus ini, sementara masih kami dalami dan masih dalam tahap penyelidikan,” imbuh Embang Pramono.
Usai kejadian tersebut, Embang mengimbau para supir agar memperhatikan saat jam-jam rawan atau saat anak pulang sekolah, untuk bisa mengurangi kecepatan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
