
Aktivitas penjahit menyelesaikan pembuatan bendera merah putih sepanjang 2 kilometer di Industri Konveksi Rumahan Sinergi Adv Nusantara, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (5/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Sebanyak 89 siswa dan 9 guru di SMK Negeri 8 sudah sibuk sejak pagi kemarin (13/8). Mereka tengah mengerjakan jahitan bendera merah putih sepanjang 100 meter. Semua harus dikerjakan dalam waktu sehari saja.
Kegiatan itu tak hanya dijalankan oleh SMKN 8 Surabaya. Sebanyak 161 sekolah di Jawa Timur mengikuti kegiatan pembuatan bentangan bendera tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, sekolah yang terlibat terdiri dari SMK dengan jurusan tata busana, SMA double track, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur. Program ini dilakukan serentak selama satu hari saja.
Aries menyebutkan, ada kegelisahan dari banyak pihak bahwa generasi Z maupun Alpha kini kurang peduli terhadap negara dan bangsa. ”Nah hari ini (kemarin, red), dibuktikan sendiri oleh anak-anak bahwa mereka peduli terhadap bangsa, ada nilai nasionalisme dalam menjahit bendera ini,” tegasnya.
Selama ini, masyarakat lebih banyak membeli bendera jadi. Bahkan menyerahkan pada tukang jahit untuk kebutuhan bendera ukuran tertentu. ”Nah ini kita buat gerakan bersama, bukti bahwa anak muda Jawa Timur itu bisa,” imbuh Aries.
Semula, target bentangan bendera hanya 8.000 meter untuk semangat HUT ke 80 RI. Aries mengatakan, antusiasme para siswa dan guru ternyata begitu tinggi. ”Hingga siang hari, kami mencatat sudah ada 15.400 meter, ini bisa masuk rekor MURI juga,” jawabnya. Selain itu, jumlah guru dan siswa yang terlibat juga ditargetkan mencapai 8.000 orang.
Kepala SMK Negeri 8 Widyana Kusuma Wardhani mengatakan, persiapan sudah dilakukan sehari sebelumnya. ”Kami sudah membeli kain sepanjang 100 meter. Mulai dipotong oleh siswa dan guru juga pada H-1 penjahitan serentak,” jelasnya.
Siswi-siswi kelas XI Dellia, Charmelita, dan Azzalea bertugas memotong kain-kain merah maupun putih. Dipandu salah satu guru Tata Busana, mereka harus mengukur kain dengan teliti. Selanjutnya, potongan kain itu kemudian diserahkan ke siswa yang bertugas menjahit. ”Targetnya sehari jadi selesai, soalnya harus dikirim ke Dinas Pendidikan Jatim sore sepulang sekolah,” tutur Dellia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
