
Wagub Emil Elestianto Dardak mengungkapkan perkembangan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut positif rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya. Ia mengatakan bahwa Pemprov Jatim siap mengawal kelanjutan proyek pemerintah pusat.
Emil mengatakan bahwa Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah diberi amanah oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terkait proyek tersebut.
"Kami tentunya sangat berbahagia mendengar komitmen Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk melanjutkan kereta cepat dari Jakarta ke Surabaya," ujar Emil kepada JawaPos.com di Pacitan baru-baru ini.
Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa keputusan jalur kereta cepat Jakarta-Surabaya belum final. Sejauh ini ada tiga opsi, yakni utara, tengah, dan selatan, bahkan ada kemungkinan muncul opsi baru yang memadukan dua jalur.
"Kelihatannya mulai mengerucut ke ekstensi Bandung, ya. Jadi bukan keluar, tetapi dari Bandung berlanjut. Ini yang menimbulkan pandangan bahwa jalur tengah atau selatan menjadi potensial dilalui kereta cepat," jelasnya.
Mantan Bupati Trenggalek itu menegaskan bahwa proyek kereta cepat Jakarta - Surabaya memerlukan kajian dan perhitungan dari para pakar dengan cermat. Tidak bisa dikerjakan secara buru-buru.
"Karena ini kan teknik, harus lihat juga kontur, kondisi geologi, kerawanan bencana, semua kan harus dihitung, jadi harus betul-betul hati-hati, biarkan proses matang yang berbicara," terang Emil.
Ketika ditanya kapan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dikerjakan, Emil belum mengetahui. Namun yang jelas, kereta cepat sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
"Di RPJMN, ada lampiran mengenai pengembangan masing masing provinsi, di Jawa Timur memang ada perencanaan dan persiapan kereta cepat Jakarta-Surabaya, itu masuk salah satu prioritas," tuturnya.
Saat ini, fokus pemerintah adalah studi kelayakan dengan kajian teknis mendalam. Ia mencontohkan proyek double track di Surabaya-Sidoarjo itu menelan biaya yang tidak sedikit, yakni 230 juta euro atau sekitar Rp 4,3 triliun.
"Untuk engineer sendirinya itu butuh sekitar 6 juta euro atau sekitar Rp 110 miliar. Jadi ini bukan proses yang sederhana, karena kalau kereta itu kan betul-betul harus menjejak ke rel apalagi yang high speed, ya," tukas Emil.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
