
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara dalam diskusi di kampus ITB baru-baru ini. (YouTube Lembur Pakuan Channel)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat bertemu dengan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara di kampus ITB. Dalam kesempatan itu, Dedi mempertanyakan soal penggunaan AC pada bangunan di Kota Bandung.
Momen pertemuan ini diunggah pada akun YouTube Lembur Pakuan Channel, seperti dilihat pada Senin (11/8).
“Kota Bandung itu dingin. Kenapa pakai AC? Karena bangunannya dibuat menjadi panas. Kemudian di daerah yang panas bangunannya dibuat menjadi pendek. Coba hitung berapa inefisiensi penggunaan pendingin ruangan di seluruh wilayah Jawa Barat yang menggunakan perkantoran,” kata Dedi Mulyadi.
Bahkan, Dedi menekankan bahwa bangunan di Kota Bandung saat ini tampak tidak menghormati matahari. Padahal dalam kitab suci Alquran sudah dijelaskan bahwa orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat, akan diberikan azab.
“Azab itu inefisiensi. Nah, kenapa akibat seluruh bangunan itu menutup diri dari sinar matahari bahkan tanpa jendela atau tanpa ventilasi sehingga setiap hari seluruh pegawai, seluruh anak sekolah diperlakukan seperti ayam broiler,” jelas dia.
Saat berganti kesempatan bicara, Tatacipta pun mencontohkan gedung yang tak perlu menggunakan AC. Salah satunya gedung yang digunakan keduanya berdiskusi, yakni di Kampus ITB.
“Kalau Bapak lihat gedung ini, gedung ini nggak perlu AC, juga sebetulnya enggak apa-apa, karena lubang anginnya di bawah, kemudian ada lubang angin lagi di atas. Jadi udara dingin itu ngalir dari bawah kemudian nanti keluar dari atas. Nah, 1920 sudah dibikin begini,” ungkapnya.
Namun, Tatacipta mengungkapkan semua teknologi bangunan yang ada saat ini tak memiliki lubang angin sehingga mengharuskan penggunaan AC. Padahal sudah bisa dilakukan earth cooling untuk menurunkan suhu dengan pemanfaatan suhu tanah.
“Jadi itu kita bisa naruh pipa lewat bawah kali ya. Jadi didinginkan oleh tanah dulu, masuk ke bangunan di bawah, kemudian kasih lubang di atas itu bisa mendinginkan, secara pasif gitu,” jelas dia.
Saat Dedi Mulyadi menyinggung soal gambar teknologi tersebut, Tatacipta Dirgantara pun menegaskan bahwa gambar sudah ada. “Ada teknologinya dan nggak terlalu susah. Sebetulnya teknologi-teknologi itu sudah tersedia mungkin perlu dikampanyekan,” jelasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
