Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 19.24 WIB

Dedi Mulyadi singgung Penggunaan AC Ruangan ke Rektor ITB Tatacipta Dirgantara: Kota Bandung Itu Dingin, Kenapa Pakai AC?

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara dalam diskusi di kampus ITB baru-baru ini. (YouTube Lembur Pakuan Channel) - Image

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara dalam diskusi di kampus ITB baru-baru ini. (YouTube Lembur Pakuan Channel)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat bertemu dengan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Tatacipta Dirgantara di kampus ITB. Dalam kesempatan itu, Dedi mempertanyakan soal penggunaan AC pada bangunan di Kota Bandung.

Momen pertemuan ini diunggah pada akun YouTube Lembur Pakuan Channel, seperti dilihat pada Senin (11/8).

Kota Bandung itu dingin. Kenapa pakai AC? Karena bangunannya dibuat menjadi panas. Kemudian di daerah yang panas bangunannya dibuat menjadi pendek. Coba hitung berapa inefisiensi penggunaan pendingin ruangan di seluruh wilayah Jawa Barat yang menggunakan perkantoran,” kata Dedi Mulyadi.

Bahkan, Dedi menekankan bahwa bangunan di Kota Bandung saat ini tampak tidak menghormati matahari. Padahal dalam kitab suci Alquran sudah dijelaskan bahwa orang yang tidak bersyukur terhadap nikmat, akan diberikan azab. 

“Azab itu inefisiensi. Nah, kenapa akibat seluruh bangunan itu menutup diri dari sinar matahari bahkan tanpa jendela atau tanpa ventilasi sehingga setiap hari seluruh pegawai, seluruh anak sekolah diperlakukan seperti ayam broiler,” jelas dia.

Saat berganti kesempatan bicara, Tatacipta pun mencontohkan gedung yang tak perlu menggunakan AC. Salah satunya gedung yang digunakan keduanya berdiskusi, yakni di Kampus ITB. 

“Kalau Bapak lihat gedung ini, gedung ini nggak perlu AC, juga sebetulnya enggak apa-apa, karena lubang anginnya di bawah, kemudian ada lubang angin lagi di atas. Jadi udara dingin itu ngalir dari bawah kemudian nanti keluar dari atas. Nah, 1920 sudah dibikin begini,” ungkapnya.

Namun, Tatacipta mengungkapkan semua teknologi bangunan yang ada saat ini tak memiliki lubang angin sehingga mengharuskan penggunaan AC. Padahal sudah bisa dilakukan earth cooling untuk menurunkan suhu dengan pemanfaatan suhu tanah.

“Jadi itu kita bisa naruh pipa lewat bawah kali ya. Jadi didinginkan oleh tanah dulu, masuk ke bangunan di bawah, kemudian kasih lubang di atas itu bisa mendinginkan, secara pasif gitu,” jelas dia.

Saat Dedi Mulyadi menyinggung soal gambar teknologi tersebut, Tatacipta Dirgantara pun menegaskan bahwa gambar sudah ada. “Ada teknologinya dan nggak terlalu susah. Sebetulnya teknologi-teknologi itu sudah tersedia mungkin perlu dikampanyekan,” jelasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore