Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Agustus 2025 | 01.29 WIB

KLH dan Kemenhut Minta Kalsel Susun Rencana Darurat Karhutla

Gubernur Kalsel Muhidin (tengah). (Tumpal Andani Aritonang/Antara) - Image

Gubernur Kalsel Muhidin (tengah). (Tumpal Andani Aritonang/Antara)

JawaPos.com–Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meminta Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyusun perencanaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu dilakukan menyusul ditetapkannya status siaga darurat karhutla di provinsi ini pada 4 Agustus 2025.

”Dari kementerian sudah menghubungi kami, dan meminta segera membuat rencana penanganan siaga darurat karhutla,” kata Gubernur Kalsel Muhidin dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla 2025 di Banjarbaru seperti dilansir dari Antara, Senin (4/8).

Dia menjelaskan, penetapan status siaga darurat ini karena dua daerah telah menetapkan status siaga karhutla. Yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru.

”Kabupaten Banjar juga seharusnya sudah bisa siaga karena bertetangga dengan Kota Banjarbaru. Lahan yang terbakar di kedua daerah jaraknya tidak begitu jauh,” ujar Muhidin.

Setelah penetapan status siaga darurat ini, Muhidin menuturkan pada Kamis (7/8), Provinsi Kalsel akan menggelar apel siaga Karhutla 2025 yang dihadiri Kemenhut, KLH, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kehadiran pemerintah pusat saat apel siaga nanti dikonfirmasi setelah pihaknya menandatangani dokumen status bencana karhutla di Kalsel, dan akan segera dilaporkan ke BNPB.

Dalam rakor karhutla ini, Muhidin meminta 13 kabupaten/kota menyampaikan paparan terkait situasi dan kondisi terbaru terkait penanganan karhutla. Sebanyak 13 kepala daerah didampingi Kepala BPBD Kabupaten/Kota, melaporkan situasi terkini kepada Gubernur Kalsel.

Secara umum, kata Muhidin, masing-masing daerah telah mendirikan posko kesiapsiagaan karhutla untuk digunakan sebagai pusat koordinasi penanggulangan karhutla di 13 kabupaten/kota.

”Saya meminta kepada kabupaten/kota, jangan biarkan titik api sekecil apapun. Karena karhutla yang meluas berasal dari titip api yang kecil,” ujar Muhidin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore