
Siswi yang acungkan jari tengah ke gurunya di SMKN 1 Gowa Sulawesi Selatan meminta maaf dan menyatakan siap di-DO dari sekolah. (Instagram)
JawaPos.com - Viral di media sosial, dua siswi SMKN 1 Gowa yang terlibat insiden mengacungkan jari tengah ke arah guru di kelas kini resmi dikeluarkan (drop out/DO) dari sekolah.
Namun, sebelum keputusan itu diumumkan, kedua siswi tersebut ternyata sempat datang ke sekolah untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada guru dan pihak sekolah.
Kejadian ini sebelumnya menuai kemarahan publik. Video aksi tidak sopan itu menyebar luas di media sosial dan mengundang reaksi keras dari guru, alumni, warganet, serta masyarakat luas, yang menilai tindakan itu mencoreng nama baik institusi pendidikan.
Kepala UPT SMKN 1 Gowa, Muchlis Jufri, membenarkan bahwa kedua siswi telah memenuhi panggilan pihak sekolah pada Jumat (1/8).
Mereka datang didampingi oleh orang tua masing-masing untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.
“Keduanya telah datang dan menyampaikan permintaan maaf kepada guru, pihak sekolah, alumni, serta masyarakat yang merasa terusik dengan tindakan mereka,” ujar Muchlis.
Kedua siswi yang baru duduk di bangku kelas X itu masing-masing berinisial R (pelaku) dan N (perekam sekaligus penyebar video). Mereka diterima di ruang kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah dan pihak komite sekolah.
Dalam kesempatan itu, mereka juga menyampaikan penyesalan atas tindakan mereka yang dinilai tidak pantas.
“Saya menyadari bahwa tindakan saya telah mencoreng nama baik sekolah ini,” ujar siswi R dalam video klarifikasi yang beredar.
“Saya siap menerima sanksi berupa dikeluarkan dari sekolah sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan.”
Hal senada juga disampaikan oleh N yang merekam aksi temannya. Ia mengaku khilaf dan berharap masyarakat bisa memaafkan tindakannya. “Semoga saya dimaafkan. Tindakan saya juga telah mencoreng nama sekolah ini,” kata N.
Pihak sekolah menyatakan bahwa keputusan mengeluarkan kedua siswi ini merupakan langkah final, yang diambil menyusul banyaknya desakan dari masyarakat, warganet, serta para alumni agar diberikan efek jera.
“Kami harap ini menjadi pelajaran bagi siswa lain agar tidak bertindak sembarangan, apalagi di era digital seperti sekarang. Kami juga imbau agar video tersebut tidak lagi disebarkan karena masalah ini sudah diselesaikan secara internal,” tegas Muchlis.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa sikap tidak hormat terhadap guru tak hanya mencoreng nama pribadi, tapi juga mencederai reputasi sekolah secara keseluruhan.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
