Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 Agustus 2025 | 01.20 WIB

Sebelum di-DO, Siswi yang Acungkan Jari Tengah ke Guru di SMKN 1 Gowa Sulawesi Selatan Sempat Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

Siswi yang acungkan jari tengah ke gurunya di SMKN 1 Gowa Sulawesi Selatan meminta maaf dan menyatakan siap di-DO dari sekolah. (Instagram) - Image

Siswi yang acungkan jari tengah ke gurunya di SMKN 1 Gowa Sulawesi Selatan meminta maaf dan menyatakan siap di-DO dari sekolah. (Instagram)

JawaPos.com - Viral di media sosial, dua siswi SMKN 1 Gowa yang terlibat insiden mengacungkan jari tengah ke arah guru di kelas kini resmi dikeluarkan (drop out/DO) dari sekolah. 

Namun, sebelum keputusan itu diumumkan, kedua siswi tersebut ternyata sempat datang ke sekolah untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada guru dan pihak sekolah.

Kejadian ini sebelumnya menuai kemarahan publik. Video aksi tidak sopan itu menyebar luas di media sosial dan mengundang reaksi keras dari guru, alumni, warganet, serta masyarakat luas, yang menilai tindakan itu mencoreng nama baik institusi pendidikan.

Kepala UPT SMKN 1 Gowa, Muchlis Jufri, membenarkan bahwa kedua siswi telah memenuhi panggilan pihak sekolah pada Jumat (1/8).

Mereka datang didampingi oleh orang tua masing-masing untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

“Keduanya telah datang dan menyampaikan permintaan maaf kepada guru, pihak sekolah, alumni, serta masyarakat yang merasa terusik dengan tindakan mereka,” ujar Muchlis.

Kedua siswi yang baru duduk di bangku kelas X itu masing-masing berinisial R (pelaku) dan N (perekam sekaligus penyebar video). Mereka diterima di ruang kepala sekolah bersama wakil kepala sekolah dan pihak komite sekolah. 

Sampaikan Penyesalan atas Tindakan Tak Pantas 

Dalam kesempatan itu, mereka juga menyampaikan penyesalan atas tindakan mereka yang dinilai tidak pantas.

“Saya menyadari bahwa tindakan saya telah mencoreng nama baik sekolah ini,” ujar siswi R dalam video klarifikasi yang beredar.

“Saya siap menerima sanksi berupa dikeluarkan dari sekolah sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan.”

Hal senada juga disampaikan oleh N yang merekam aksi temannya. Ia mengaku khilaf dan berharap masyarakat bisa memaafkan tindakannya. “Semoga saya dimaafkan. Tindakan saya juga telah mencoreng nama sekolah ini,” kata N.

Pihak sekolah menyatakan bahwa keputusan mengeluarkan kedua siswi ini merupakan langkah final, yang diambil menyusul banyaknya desakan dari masyarakat, warganet, serta para alumni agar diberikan efek jera.

“Kami harap ini menjadi pelajaran bagi siswa lain agar tidak bertindak sembarangan, apalagi di era digital seperti sekarang. Kami juga imbau agar video tersebut tidak lagi disebarkan karena masalah ini sudah diselesaikan secara internal,” tegas Muchlis.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa sikap tidak hormat terhadap guru tak hanya mencoreng nama pribadi, tapi juga mencederai reputasi sekolah secara keseluruhan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore