
Ilustrasi sound horeg. (Unggahan Instagram @putra_cokro_magetan)
JawaPos.com-Fatwa haram penggunaan sound horeg, yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur (MUI Jatim), membuat banyak pelaku usaha audio kelimpungan. Investasi alat berharga ratusan juta rupiah, kini terancam sia-sia karena orderan dibatalkan.
Salah satunya pemilik usaha Putra Cokro Sound System di Magetan, Febrian Andika Permana. Dia menyebut fatwa haram sound horeg dari MUI berdampak langsung pada usahanya. Febri mengaku sudah kehilangan dua pekerjaan karena konsumen mendadak membatalkan.
’’Belum lagi beberapa pesanan (sound horeg) lainnya juga ikut cancel,’’ ujar Febri, dikutip dari Radar Madiun, Jawa Pos Group, Senin (28/7).
Dia menceritakan bahwa alat-alat audio miliknya sudah terlanjur dibeli dengan harga fantastis. Jika tak ada yang menyewa, investasinya terancam sia-sia.
’’Kalau (sound horeg) dilarang total, tentu sangat merugikan (pelaku usaha sepertinya). Harusnya bisa dibatasi (penggunaan sound horeg), bukan diharamkan total,’’ imbuh Febrian Andika Permana.
Dia berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur bisa bersikap tegas dalam menengahi polemik ini. ’’Misalnya diatur SOP-nya, dari segi volume, durasi, dan lokasi. Supaya kami tetap bisa bekerja,’’ seru Febri.
Sebelumnya, MUI Provinsi Jawa Timur resmi mengeluarkan Fatwa Nomor 1 Tahun Nomor 2025 tentang Penggunaan Sound Horeg. Fatwa dikeluarkan setelah menggelar forum dengar pendapat dengan berbagai pihak.
Pihak-pihak yang dihadirkan dalam forum tersebut, di antaranya pakar kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan (THT), perwakilan Pemprov Jatim, kepolisian, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban sound horeg Jatim.
Melansir dari salinan Fatwa MUI tentang Sound Horeg yang diterima JawaPos.com, berikut enam poin isinya:
Baca Juga: BPIP Sosialisasikan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila ke Ratusan Guru SD dan SMP di Ambon
1. Boleh menggunakan teknologi audio digital untuk kegiatan sosial dan budaya, selama tidak melanggar hukum dan menyalahi prinsip-prinsip syari'ah.
2. Setiap individu oleh berekspresi, asal tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain.
3. Sound horeg haram jika suaranya berlebihan, merusak, mengganggu kesehatan, disertai joget campur aurat, atau dibawa keliling pemukiman warga.
4. Sound horeg boleh jika digunakan secara wajar untuk kegiatan positif, seperti resepsi pernikahan, pengajian, shalawatan, dengan catatan bebas unsur maksiat.
5. Haram mutlak adu suara (battle sound) yang menimbulkan kebisingan, pemborosan, dan mudarat.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
