
Ilustrasi Akses kesehatan di pelosok daerah Indonesia masih belum memadai. (Istimewa)
JawaPos.com-Di balik panorama alam kaki Gunung Rinjani yang memukau, warga Desa Senaru, Lombok Utara, menghadapi kenyataan pahit. Tak ada layanan kesehatan gigi yang memadai.
Akses terbatas, minimnya fasilitas dan hanya segelintir tenaga medis membuat kebutuhan dasar ini tak tersentuh sebagian besar penduduk. Menurut data BPS NTB 2024, jumlah tenaga kesehatan gigi di Lombok Utara hanya 13 orang, rasio yang sangat timpang untuk wilayah dengan populasi lebih dari 200 ribu jiwa.
Akibatnya, masyarakat di daerah seperti Senaru, yang secara geografis terisolasi, nyaris tak pernah mendapatkan layanan pemeriksaan atau pengobatan gigi. Di tengah situasi ini, Yayasan Kembara Nusa dan Gigi dot id menggelar program bakti sosial selama lima hari, 16–20 Juli.
Mereka membawa puluhan dokter gigi dan relawan ke desa terpencil tersebut. Bagi warga, ini bukan sekadar aksi sosial tapi kesempatan untuk memeriksakan gigi mereka secara gratis.
“Masalah gigi itu lebih dari sekadar ngilu. Kalau dibiarkan, bisa menyebabkan infeksi, gizi buruk, bahkan putus sekolah karena anak-anak tidak tahan sakit. Di sini, puskesmas terdekat pun belum tentu punya dokter gigi,” ungkap drg. Stella Valentina, Sp. Ort., koordinator tim relawan melalui keterangannya.
Program ini tak hanya sebatas pengobatan langsung. Untuk menjawab minimnya keberadaan dokter gigi di daerah, Gigi mengenalkan teledentistry, aplikasi konsultasi medis gigi jarak jauh, agar masyarakat tetap bisa mendapat layanan dasar meski tanpa harus bertatap muka.
“Teknologi bukan pengganti tenaga medis, tapi jembatan untuk mengisi kekosongan. Kami ingin masyarakat tetap bisa konsultasi meski tinggal di lereng gunung,” kata dr. Armelia Sari dari Gigi dot id.
Dalam kegiatan ini, lebih dari 25 dokter gigi melakukan pemeriksaan, pencabutan, dan penambalan gigi. Anak-anak sekolah juga mendapat edukasi menyikat gigi dan perlengkapan kebersihan mulut.
Namun, relawan mengakui, masalah utamanya bukan pada perilaku, melainkan sistem. Warga Senaru bukan satu-satunya yang menghadapi kondisi ini. Di berbagai pelosok Indonesia, layanan kesehatan gigi kerap menjadi sektor yang terlupakan.
Berbeda dengan program imunisasi atau layanan ibu-anak, perhatian pemerintah dan dukungan anggaran untuk bidang kesehatan mulut masih minim, terutama di wilayah non perkotaan.
“Kalau kita bicara pemerataan layanan kesehatan, yang sering luput itu gigi. Padahal, dampaknya sangat besar, dari produktivitas sampai pendidikan. Banyak anak-anak di sini bolos karena sakit gigi,” tambah Stella.
Meskipun program seperti ini membawa manfaat nyata, para penyelenggara menyadari bahwa ini bukan solusi permanen. Tanpa intervensi sistemik dari pemerintah daerah dan pusat, dalam bentuk distribusi tenaga medis, pembangunan fasilitas, hingga pelatihan kader lokal, kesenjangan ini akan terus melebar.
Kegiatan ini didukung Permodalan Nasional Madani (PNM), yang menekankan pentingnya kesehatan dalam pembangunan manusia, khususnya di kalangan keluarga prasejahtera.
Namun, bagi sebagian warga, kehadiran relawan ini tetap dirasakan sebagai momen langka. Seperti yang diungkapkan seorang ibu bernama Aminah, 43.
“Baru kali ini anak saya bisa periksa gigi. Biasanya kalau sakit, ya dibiarkan saja sampai sembuh sendiri. Kami tidak tahu harus ke mana," kata Arminah.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
