Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 23.39 WIB

BRIN Ungkap Hasil Riset Tsunami Purba Berusia Ribuan Tahun di Kulon Progo, Lokasi Diketahui Dekat dengan YIA

BRIN menemukan endapan tsunami purba berusia ribuan tahun di Kulon Progo, DIY (HO-BRIN/ANTARA) - Image

BRIN menemukan endapan tsunami purba berusia ribuan tahun di Kulon Progo, DIY (HO-BRIN/ANTARA)

JawaPos.com – Tim riset dari Pusat Riset Kebencanaan, Geologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengungkapkan temuan pasca tsunami purba di masa lalu.

Mereka menemukan endapan tsunami purba berusia sekitar 1.800 tahun di beberapa lokasi selatan Jawa salah satunya pantai selatan Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dikutip dari situs berita ANTARA dan laman resmi BRIN, Periset Sedimentologi BRIN Purna Sulastya Putra memberikan keterangan atas hasil temuan tersebut.

"Menariknya, kami juga menemukan lapisan-lapisan yang lebih muda di Kulon Progo ini," kata Purna dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/7).

"Lapisan-lapisan yang lebih muda ini sebelumnya sudah kami temukan di lokasi lain seperti di Lebak dan Pangandaran, yang menunjukkan bahwa kejadian tsunami besar kemungkinan telah berulang lebih dari sekali di wilayah ini," jelasnya.

Purna menambahkan bahwa lokasi temuan ini hanya berjarak kurang lebih dua kilometer dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, DIY.

Lokasi YIA juga memiliki jarak cukup dekat yakni sekitar 300 meter dengan bibir pantai, tapi tidak memiliki fasilitas penahan tsunami yang memadai.

Kehadiran YIA diyakini Purna juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, tapi di sisi lain juga memunculkan kerentanan wilayah terhadap potensi bencana.

Ia menilai bahwa perkembangan ekonomi yang masif di sekitar YIA tanpa memperhitungkan risiko kebencanaan justru dapat memperbesar dampak kerugian bila terjadi tsunami.

BRIN terus mendorong agar sains menjadi bagian tak terpisahkan dari proses perencanaan dan pembangunan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Oleh sebab itu pihaknya melakukan riset paleotsunami untuk menunjukkan bahwa masa lalu menyimpan pelajaran penting demi mempersiapkan masa depan yang lebih aman.

Hasil riset dari kajian kebencanaan diharapkan tidak hanya berhenti sebagai dokumen ilmiah melainkan dapat diwujudkan dalam pembangunan yang adaptif, aman, dan berkelanjutan.

Purna menekankan bahwa dalam konteks wilayah rawan bencana, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama membangun kesadaran akan risiko dan berpijak pada data ilmiah.

"Dengan pesatnya pembangunan di wilayah ini, riset kebencanaan geologi menjadi semakin penting untuk memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan mitigasi risiko, salah satunya adalah melalui kajian paleotsunami," pungkasnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore