Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Juli 2025 | 20.59 WIB

Tragis, 4 Anak di Desa Mojo Boyolali Diduga Jadi Korban Eksploitasi, Dirantai Selama Sebulan

Salah satu anak yang diduga menjadi korban eksploitasi di Andong Boyolali dengan kondisi kaki dirantai. (Tangkapan Layar Medsos) - Image

Salah satu anak yang diduga menjadi korban eksploitasi di Andong Boyolali dengan kondisi kaki dirantai. (Tangkapan Layar Medsos)

JawaPos.com -  Cerita pilu datang dari Desa Mojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). Mereka mendapati 4 anak korban eksploitasi, 3 diantaranya bahkan ditemukan dalam keadaan dirantai. Temuan itu bermula dari salah seorang anak berinisial MAF. Dia tertangkap basah mengambil uang dari kotak amal di Masjid Darussalam pada Minggu (13/7).

Berdasar pemberitaan Radar Solo, MAF kedapatan mencuri uang Rp 20 ribu. Alasannya untuk membeli makan. Karena adik-adiknya yang dirantai sudah tidak makan berhari-hari sampai mereka kelaparan. Pengakuan tersebut membuat warga Desa Mojo terenyuh. Mereka lantas membawa MAF ke tempat tinggalnya. Di lokasi itu, warga menemukan tiga anak dalam kondisi kaki terikat rantai besi.

”Waktu itu anaknya ambil uang Rp 20 ribu, bilangnya untuk makan adik-adiknya karena kelaparan,” kata Kepala Desa Mojo Bagus Muhammad Muskin dikutip pada Selasa (15/7). 

Tiga anak tersebut masing-masing berinisial SWA, IAR, dan VMR. Merkada adalah adik MAF. Warga menemukan mereka dalam kondisi kaki terikat rantai di luar rumah. Bagus yang melihat anak-anak tersebut pun kaget. Bersama warga lainnya, mereka membuka rantai yang melilit kaki anak-anak itu. Setelah dibebaskan, mereka langsung diberi makanan karena dalam kondisi lemas dan kelaparan.

”Bilangnya sudah sebulan dirantai. Kalau di sini, anak-anak itu sudah tinggal selama dua tahun,” jelasnya. 

Menurut Bagus, pelaku yang diduga melakukan eksploitasi dan merantai anak-anak di bawah umur itu cenderung tertutup. Yang bersangkutan juga tidak pernah bersosialisasi. Nama pelaku adalah Siswono Putra. Menurut keterangan warga dan kepala desa, Siswono dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup dan jarang berinteraksi dengan tetangga.

”Sangat tertutup. Tidak pernah kumpulan. Bahkan kalau tetangga mau bantu angkat jemuran saja dilarang,” kata dia. 

Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani pihak berwajib. Siswono Putra sudah diamankan di Mapolres Boyolali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan eksploitasi dan kekerasan terhadap anak.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore