Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) merangkul seorang anak, didampingi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (ANTARA/Pemkot Bogor)
JawaPos.com-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengajak warganya untuk terus menjaga dan mencintai alam di sekitarnya. Dia pun tak lupa untuk memberikan belasungkawa atas bencana alam longsor di Garut yang sebabkan empat orang meninggal dunia.
Seperti diketahui, bencana longsor ini terjadi lantaran adanya kerusakan alam. Alhasil, Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk tidak menggunduli hutan.
Eks Bupati Purwakarta ini juga menjelaskan bahwa bencana alam tidak akan terjadi jika masyarakat memang mencintai sekaligus menjaga alam yang ada di sekitarnya.
"Karena kita tidak mungkin terlepas dari bencana selama kita tidak bersahabat dengan alam yang kita tinggali," kata Dedi Mulyadi pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Rabu, (2/7).
Dia pun menekankan bahwa semua kebijakan yang ada selama ini untuk melindungi alam Jawa Barat yang telah dirusak oleh manusia yang tak bertanggung jawab. Kebijakan ini pula yang ditujukan untuk menjaga alam sebagai warisan leluhur agar tak terjadi bencana serupa di masa depan.
"Kebijakan-kebijakan saya selama ini sesungguhnya merupakan upaya untuk mencegah bencana dalam jangka panjang. Saking sayangnya kepada masyarakat," ujar Dedi Mulyadi.
Tak lupa, Dedi Mulyadi mengungkapkan sejumlah kebijakan untuk melindungi kerusakan alam, seperti halnya penutupan pertambangan hingga revitalisasi sungai serta area perbukitan. Hal ini ia lakukan untuk kesejahteraan kehidupan rakyat di Jawa Barat, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Kebijakan menutup pertambangan, kebijakan alih fungsi lahan, mengajak semua orang untuk menanam pohon, membuang sampah dan mengelolanya dengan baik, melakukan upaya untuk revitalisasi sungai, danau, area perbukitan, semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat," jelas dia.
Tentunya, kebijakan tersebut memiliki resiko sendiri, mulai dari serangan dari orang tak dikenal hingga benturan dengan kepentingan kelompok pihak tertentu.
Meski begitu, Dedi menekankan tak akan ada halangan untuk mengimplementasikan kebijakan yang tegas, demi kebaikan semua pihak.
"Tetapi bagi saya tidak ada masalah. Lebih baik saya diserang, di-bully, yang penting rakyat saya selamat, baik hari ini maupun ke depan," tegas Dedi Mulyadi. (*)

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
