Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Juli 2025 | 18.13 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Longsor di Garut Diakibatkan Kerusakan Alam, Minta Warga untuk Jaga dan Cintai Alam di Sekitarnya

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) merangkul seorang anak, didampingi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. (ANTARA/Pemkot Bogor)

JawaPos.com-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengajak warganya untuk terus menjaga dan mencintai alam di sekitarnya. Dia pun tak lupa untuk memberikan belasungkawa atas bencana alam longsor di Garut yang sebabkan empat orang meninggal dunia.

Seperti diketahui, bencana longsor ini terjadi lantaran adanya kerusakan alam. Alhasil, Dedi Mulyadi meminta masyarakat untuk tidak menggunduli hutan.

Eks Bupati Purwakarta ini juga menjelaskan bahwa bencana alam tidak akan terjadi jika masyarakat memang mencintai sekaligus menjaga alam yang ada di sekitarnya.

"Karena kita tidak mungkin terlepas dari bencana selama kita tidak bersahabat dengan alam yang kita tinggali," kata Dedi Mulyadi pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Rabu, (2/7).

Dia pun menekankan bahwa semua kebijakan yang ada selama ini untuk melindungi alam Jawa Barat yang telah dirusak oleh manusia yang tak bertanggung jawab. Kebijakan ini pula yang ditujukan untuk menjaga alam sebagai warisan leluhur agar tak terjadi bencana serupa di masa depan.

"Kebijakan-kebijakan saya selama ini sesungguhnya merupakan upaya untuk mencegah bencana dalam jangka panjang. Saking sayangnya kepada masyarakat," ujar Dedi Mulyadi.

Tak lupa, Dedi Mulyadi mengungkapkan sejumlah kebijakan untuk melindungi kerusakan alam, seperti halnya penutupan pertambangan hingga revitalisasi sungai serta area perbukitan. Hal ini ia lakukan untuk kesejahteraan kehidupan rakyat di Jawa Barat, bukan untuk kepentingan pribadi.

“Kebijakan menutup pertambangan, kebijakan alih fungsi lahan, mengajak semua orang untuk menanam pohon, membuang sampah dan mengelolanya dengan baik, melakukan upaya untuk revitalisasi sungai, danau, area perbukitan, semua dilakukan untuk kepentingan masyarakat," jelas dia.

Tentunya, kebijakan tersebut memiliki resiko sendiri, mulai dari serangan dari orang tak dikenal hingga benturan dengan kepentingan kelompok pihak tertentu.

Meski begitu, Dedi menekankan tak akan ada halangan untuk mengimplementasikan kebijakan yang tegas, demi kebaikan semua pihak. 

"Tetapi bagi saya tidak ada masalah. Lebih baik saya diserang, di-bully, yang penting rakyat saya selamat, baik hari ini maupun ke depan," tegas Dedi Mulyadi. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore