
Tangkapan layar korban disemayamkan di rumah duka, Jalan Maccini Gusung, Setapak 8, Kecamatan Makassar, Kota Makassar. (Darwin Fatir/Antara)
JawaPos.com–Seorang murid kelas VI SDN di Kota Makassar MRA meninggal dunia, Jumat (30/5), setelah mendapatkan perawatan selama lima hari di tiga rumah sakit berbeda. Korban meninggal diduga usai dikeroyok temannya.
”Sebelum meninggal di rumah sakit, saya tanya, siapa yang pukul, dia bilang teman. Saya tanya berapa orang? Dia tidak bilang, tapi kasih naik jarinya tiga,” ujar bibi korban Desma seperti dilansir dari Antara di Makassar.
Saat ditanyakan lebih dalam siapa saja yang menganiaya, korban menyebutkan ada dua orang murid SD dan satu orang siswa SMP. Meksi demikian, dia tidak menyebut nama, namun mengenal para terduga pelaku.
Kejadian dugaan penganiayaan secara bersama-sama tersebut terjadi pekan lalu, seusai korban mengikuti ujian akhir di salah satu SD. Korban merupakan anak ketiga dari enam bersaudara.
”Dia (almarhum) dipukul di luar sekolah, di depan sekolahnya. Waktu itu saat pulang sekolah, karena anak ini masih ujian,” tutur Desma sedih.
Akibat penganiayaan itu, korban mengalami sakit di bagian dada dan terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh, termasuk luka bekas bekas sulutan rokok.
”Selain luka-luka, ada juga kasihan di belakangnya bekas sulutan rokok, banyak itu kasihan. Ini anak pendiam, dia tidak mau bilang, tidak mau ngomong (siapa yang keroyok). Tapi intinya diborongi (dianiaya) sama temannya,” ucap Desma dengan suara lirih.
Sebelum meninggal, korban sempat dibawa ke tiga rumah sakit. Yakni Rumah Sakit Pelamonia, Rumah Sakit Sitti Fatimah, dan dirujuk di Rumah Sakit Islam Faisal. Kondisinya kian menurun, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di RS Islam Faisal pada Jumat (30/5).
Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah dibawa ke rumah duka, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pihak keluarga telah melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Makassar dengan laporan penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA.
Keluarga berharap polisi segera menindaklanjuti dengan menyelidiki dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut hingga nyawa korban melayang. Sejumlah barang bukti juga diserahkan ke polisi salah satunya pakaian sekolah yang dikenakan robek usai dikeroyok diduga rekan sebayanya. Sejauh ini, hingga berita diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.
Namun demikian, sebagai langkah pembuktian dugaan penganiayaan, polisi membawa jasad korban telah ke Rumah Sakit Bayangkara untuk keperluan autopsi setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
