Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 20.18 WIB

Hasil Autopsi Korban Bullying, Tim Forensik Polda Riau Temukan Fakta Miris di Tubuh Bocah SD Hingga Meninggal Dunia

Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN - Image

Ilustrasi. JENAZAH PEMBUNUHAN

JawaPos.com - Polres Indragiri Hulu (Inhu) melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah bocah berinisial KB. Siswa kelas 2 SDN 012 Desa Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, itu menjadi korban perundungan (bullying) hingga meninggal dunia oleh kakak kelasnya.

Gimson Beni Butarbutar, 38, ayah korban, menceritakan bahwa anaknya jadi korban bullying kakak kelas karena perbedaan suku dan agama. 

Lebih jauh Gimson menceritakan, KB sebelum meninggal dunia mengeluh sakit di bagian perut, mengalami demam tinggi, dan muntah darah. 

Atas meninggalnya KB, Polres Indragiri Hulu (Inhu) melakukan penyelidikan atas dugaan perundungan yang dialami KB hingga meninggal dunia. Apalagi dugaan bullying yang berujung maut itu diduga dilakukan oleh kakak kelas korban. Parahnya lagi nasib tragis dialami KB lebih dari sekali. 

"Atas laporan pihak keluarga dan untuk mengungkap kebenaran tentang kematian salah seorang murid laki-laki kelas II SD yang diduga akibat perundungan, kami langsung melakukan penyelidikan," ujar Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran dilansir dari Riau Pos (Jawa Pos Group).

Korban sebelum meninggal dunia, KB sempat dirawat di RSUD Indrasari Rengat di Jalan Lintas Timur Kelurahan Pematang Reba Kecamatan Rengat Barat. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya meninggal dunia pada Senin (26/5). 

Atas permintaan pihak keluarga, terhadap korban agar dilakukan autopsi oleh tim forensik Polda Riau. "Proses autopsi berlangsung beberapa jam dan lancar di RSUD Indrasari Rengat," kata Misran.

Setelah proses autopsi selesai, korban dibawa oleh pihak keluarga ke kediamannya di Desa Buluh Rampai Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu untuk proses pemakaman. "Penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi dan mengamankan sejumlah barang bukti," sebut Misran.

Ayah korban mengaku di tubuh anaknya terdapat luka lebam. Selain itu, korban juga sempat mengalami demam selama beberapa hari hingga muntah darah. Selain itu, ia juga sempat mengadukan kejadian yang dialami anaknya ke pihak sekolah. Bahkan, pihak sekolah juga sempat memediasi persoalan tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore