Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 05.28 WIB

Seragamkan Hari Sekolah di Jabar, KDM: Belajar Cukup sampai Jumat, Sabtu Libur

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berbincang dengan siswa saat program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Tim Media KDM)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali membawa gebrakan. Dalam acara 'Nganjang ka Warga' yang digelar di Kabupaten Subang, Dedi secara terbuka mengusulkan perubahan dalam sistem pendidikan di Jawa Barat yakni hari sekolah cukup sampai Jumat, Sabtu libur.

"Untuk itu, yang berikutnya saya akan mengajak para kepala daerah, bupati dan wali kota, hari belajarnya sampai hari Jumat, Sabtu libur," ujarnya.

Tak hanya itu, Dedi juga menyoroti ketidaksinkronan jadwal sekolah antar jenjang pendidikan. Menurutnya, SMA dan SMP seharusnya punya hari belajar yang sama.

"Sekarang SMA sampai hari Jumat, SMP sampai hari Sabtu, harusnya menurut saya, di Jawa Barat diseragamkan," ungkapnya.

Langkah ini bukan tanpa dasar. Dedi Mulyadi mengaku sudah pernah menerapkan sistem ini saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Bahkan, jam pelajaran dimulai sejak pukul 6 pagi.

"Saya bupati pertama yang membuat jam pelajaran sampai hari Jumat dan jam belajarnya dimulai jam 6 pagi. Enggak apa-apa jam belajarnya jam 6 pagi, tapi hari Sabtu libur," jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi berharap para kepala daerah se-Jawa Barat sejalan dengan visinya.

"Mudah-mudahan para Bupati dan Wali Kotanya sama dengan Gubernur Jawa Barat," imbuhnya.

Tak hanya mengubah hari belajar, Dedi juga menginstruksikan perubahan waktu layanan publik dan agenda safari kepemimpinannya. Ia meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, untuk menyesuaikan jadwal pelayanan publik.

"Jam pelayanannya dimulai setelah Jumatan," perintahnya.

Hal ini juga berdampak pada jadwal “Nganjang ka Warga”, program safari Gubernur Jabar akan mengalami penyesuaian waktu.

"Nanti tidak Rabu malam Kamis, tapi Jumat malam Sabtu, tapi Nganjang ka Warganya dimulai setelah Shalat Jumat," terangnya.

Alasan perubahan ini cukup logis. Menurut Dedi, suasana sore lebih nyaman dan cocok untuk kegiatan masyarakat.

"Kalau dimulai setelah Shalat Jumat, mulainya jam 2 atau jam 3, layanannya menjelang sore. Orang udah pada mulai pulang kerja, pada pulang dari sawah, santai menjelang sore," bebernya.

Tak ketinggalan, ia juga menekankan bahwa sore hari ideal untuk hiburan tanpa mengganggu aktivitas belajar anak-anak, karena Sabtu akan menjadi hari libur.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore