
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Lembur Pakuan Channel).
JawaPos.com - Viral di media sosial (medsos) baru-baru ini, Kepala Desa di Kabupaten Sukabumi menggadaikan STNK kendaraannya demi warga yang dirawat di RSUD. Dalam video yang beredar, tampak Kades Cikahuripan, Heri Suryana alias Jaro Midun berada di loket kasir RSUD.
Tampak Jaro Midun berdiri dan berbicara langsung dengan petugas RSUD. "Jaminan STNK ini, nanti STNK-nya diambil oleh ibu, nanti jaminan mengambil STNK-nya pakai surat itu ya, surat pengambilan," jelas Jaro Midun yang diunggah di akun pribadi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Hal tersebut menjadi sorotan di berbagai platform medsos dan ramai diperbincangkan. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ikut menyoroti hal tersebut. Melihat hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi langsung bereaksi.
"Saya membaca berita ya, bahwa Kepala Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang bernama Jaro Midun itu menjaminkan STNK mobilnya untuk jaminan bagi keluarga pasien yang dirawat di RSUD Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi," jelas Dedi Mulyadi. "Karena yang bersangkutan tidak punya cash dan kalau membuat KIS baru perlu waktu 14 hari sedangkan dia harus dilayani," papar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Jaro Mudin yang telah mengambil melangkah menyelamatkan warganya. Menurut Dedi Mulyadi, awalnya dikira tagihan biaya besar tapi setelah diperiksa hanya sekitar Rp 1,7 juta dan sisanya Rp 1,2 juta belum dibayarkan.
Sebenarnya, kata Dedi Mulyadi, rumah sakit tersebut harus tetap memberikan layanan pada siapapun yang memerlukan pengobatan tanpa harus bicara apakah dia punya cash atau tidak punya KIS karena itu adalah kewajiban penyelenggara negara.
Dedi Mulyadi menambahkan, kepala desa sebenarnya sangat mudah untuk berkoordinasi dengan dinas teknisnya, Dinas Kesehatan Kabupaten dengan bupatinya.
"Saya tidak tahu di Sukabumi, apa yang menjadi problem. Hal yang kecil seperti ini harus muncul ke permukaan seolah-olah menjadi peristiwa besar, hanya Rp 1,7 juta menjadi sesuatu yang begitu seperti berat tertangani," tutur Dedi Mulyadi
Untuk itu, Dedi Mulyadi menegaskan, sudah berkirim uang kepada nomor rekening yang dikirim setelah meminta ke Jaro Midun dan uangnya dilebihkan untuk biaya makan dari keluarga pasien. (*)
Untuk itu, Dedi Mulyadi mengajak untuk saling melayani dan bangun komunikasi yang baik antara para kepala desa dengan bupati, dengan para kepala dinasnya agar Jawa Barat bisa memberikan layanan yang terbaik bagi kepentingan masyarakatnya.
"Saatnya kita menjadi pemimpin, menjadi pemimpin yang melayani. Menjadi pemimpin yang menjemput, bukan menjadi pemimpin yang dilayani dan menjadi pemimpin yang menunggu datangnya informasi," pungkasnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
