
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan di hadapan siswa-siswi SMA Taruna Nusantara. (Youtube Lembur Pakuan Channel)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) saat ini, Dedi Mulyadi, banyak jadi omongan netizen. Dedi Mulyadi saat ini memang dikenal karena konten-konten di YouTube-nya yang kerap menjadi viral di media sosial (medsos).
Faktor tersebut juga yang salah satunya mengangkat pamor Dedi Mulyadi hingga sekarang akhirnya berhasil duduk di kursi pemimpin Jawa Barat. Selain karena kontennya, Dedi Mulyadi juga kontroversial karena gebrakan-gebrakannya.
Belum setahun memimpin Jawa Barat, kebijakan-kebijakan yang kontroversial lahir. Salah satunya adalah memasukkan siswa-siswi nakal ke barak militer. Hal tersebut semakin membuat Dedi Mulyadi diomongin banyak orang.
Meski demikian, Gubernur Dedi Mulyadi mengaku tak ambil pusing. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan pidato saat mengunjungi SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi.
Dedi Mulyadi mengatakan, mengambil pijakan yang cepat, walaupun tanpa kajian lebih baik dari pada kebanyakan kajian namun kebijakan tersebut tidak jalan.
"Engga ada urusan, ini bukan urusan kajian," jelas Dedi Mulyadi mengutip Radar Bogor (Grup JawaPos).
Sementara soal isu-isu miring yang menimpa dirinya, Dedi Mulyadi tidak terlalu mengurusi. Dedi Mulyadi mengatakan, bagi dirinya yang penting bisa menyelesaikan masalah dengan cepat.
"Engga apa-apa, saya diterpa isu, diterpa badai, segala macam engga ada urusan. Bagi saya, yang penting cepat dan menangani yang akhirnya tertangani, ternyata bisa," pungkasnya.
Dedi Mulyadi juga menceritakan terkait anak-anak yang kecanduan game online dan mengkonsumsi obat-obatan. Saat masuk ke barak militer, anak tersebut kini dikatakan lebih baik.
"Di rumahnya engga betah, bertengkar terus. Masuklah ke barak militer, lahirlah 14 hari. Ternyata anak-anak Indonesia itu hebat, yang salah adalah sistem lingkungannya," tegasnya.
Dedi Mulyadi juga sempat menyinggung soal sekolah kebangsaan. Menurutnya, seluruh sekolah di Jawa Barat, harus menjadi sekolah kebangsaan.
Selain itu, Dedi Mulyadi juga mengatakan siapa saja boleh alergi terhadap militer. Namun tidak dengan kedisiplinannya. Menurutnya, disiplin membuat orang jadi lebih baik.
"Tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan kedisiplinan hidup dan perencanaan tugas dalam setiap hari, tertata, kecuali manajemen militer," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
