Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Mei 2025 | 02.10 WIB

Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman Sebut Investigasi Ledakan Amunisi di Garut Belum Selesai

Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman (kiri) bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan). (Feri Purnama/Antara) - Image

Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman (kiri) bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin (kedua kiri) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan). (Feri Purnama/Antara)

JawaPos.com–Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman menyatakan, tim masih melakukan investigasi terkait dengan ledakan amunisi di lokasi peledakan kawasan pantai Desa Sagara, Cibalong, Kabupaten Garut.

”Masih investigasi, belum selesai," kata Mayjen TNI Dadang saat meninjau keluarga korban ledakan amunisi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, seperti dilansir dari Antara, Selasa (13/5).

Pangdam menuturkan, tim investigasi masih bekerja untuk mencari tahu penyebab ledakan hingga 13 orang meninggal dunia. Pihaknya masih terus mendalami lebih lanjut terkait dengan peristiwa itu.

”Nanti, ... timnya masih bekerja,” tandas Dadang Arif Abdurahman.

Begitu pula terkait dengan lokasi peledakan amunisi itu masih layak atau tidak, menurut dia, masih menunggu hasil investigasi dari tim. ”Yang jelas saat ini tempatnya sudah disterilkan,” ungkap Dadang Arif Abdurahman.

Apakah ke depan akan melibatkan masyarakat setempat dalam pemusnahan amunisi itu, Mayjen TNI Dadang menjawab, akan lihat ke depan.

”Karena kan aturannya bagaimana, yang jelas investigasi, nanti kita lihat,” tutur Dadang Arif Abdurahman.

Ledakan amunisi di kawasan pantai Desa Sagara, Cibalong menyebabkan 13 orang meninggal dunia. Terdiri atas empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.

Manajemen RSUD Pameungpeuk menyatakan, sebanyak sembilan orang dari 13 korban peledakan amunisi kedaluwarsa di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat berhasil teridentifikasi yakni empat anggota TNI dan lima warga sipil. Sedangkan sisanya masih dilakukan identifikasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk. 

Kepala Seksi Sistem Informasi Manajemen RSUD Pameungpeuk Yani Suryani mengatakan, tim identifikasi sampai Senin (12/5) malam baru sembilan orang teridentifikasi dan terkait identitasnya belum dapat disampaikan.

”Teridentifikasi ada sembilan orang, empat anggota TNI, dan lima warga sipil,” papar Yani Suryani.

Dia menuturkan, tim identifikasi gabungan dari unsur TNI, Polri, dan RSUD Pameungpeuk, melakukan identifikasi terhadap 13 orang yang menjadi korban ledakan.

”Belum dapat merinci siapa saja identitas korban yang berhasil diidentifikasi karena jasadnya masih harus kembali diperiksa tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri,” terang Yani Suryani.

Dia menyampaikan, tim identifikasi saat ini sudah memeriksa pihak keluarga dari korban peledakan, mengumpulkan data-data penunjang untuk mengetahui lebih akurat identitasnya seperti foto, ijazah, sikat gigi sampai pakaiannya.

”Semua kami minta untuk memudahkan proses identifikasi,” ucap Yani Suryani.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore