
Foto erupsi Gunung Semeru pada Senin (12/5) pagi. (HO-PVMBG)
JawaPos.com – Gunung Semeru kembali erupsi dengan intensitas mencapai tiga kali pada Senin (12/5) pagi ini.
Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tersebut diketahui juga mengeluarkan letusan setinggi 700 meter di atas puncak (Mahameru).
Dikutip dari situs berita ANTARA, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto memberikan laporan tertulis terkait erupsi tersebut yang diterima di Lumajang.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.53 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut," kata Liswanto.
Liswanto menambahkan erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu juga menyemburkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh petugas, Semeru tercatat tiga kali erupsi pada Senin, (12/5) pagi ini yakni pada pukul 01.00 WIB, 05.46 WIB, dan 06.53 WIB.
Tiga kali rentang waktu erupsi Semeru tersebut teramati dengan letusan mencapai 500 hingga 700 meter di atas puncak.
Erupsi pertama pada pukul 01.00 WIB menunjukkan bahwa tinggi kolom letusan mencapai 500 meter di atas puncak dan kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu.
Kolom abu saat erupsi pertama teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke utara dan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 112 detik.
Erupsi kedua pada pukul 05.46 WIB berdasarkan rekaman seismograf menunjukkan bahwa visual letusan tidak teramati dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 100 detik.
Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia, erupsi Semeru yang saat ini masih berlangsung dalam status Waspada atau level II.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas aliran lahar dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Liswanto.
PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
