Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 19.18 WIB

Larang Masyarakat Minta Sumbangan Pembangunan Masjid di Jalan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Bikin Macet, Membuat Citra Umat Islam jadi Jelek

Tangkapan layar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi sebuah masjid di Cisande, Sukabumi. (Instagram @dedimulyadi71) - Image

Tangkapan layar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi sebuah masjid di Cisande, Sukabumi. (Instagram @dedimulyadi71)

JawaPos.com – Momen tak biasa terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi dalam rangka menghadiri perayaan ulang tahun Kota Sukabumi pada Kamis (10/4). Sebelum sampai di lokasi utama acara, Dedi memutuskan untuk singgah sebentar di Desa Cisande.

Di desa tersebut, Dedi mendapati seorang pria yang tengah meminta sumbangan di tepi jalan, diduga untuk pembangunan masjid. Aktivitas tersebut menyebabkan kemacetan, dan sang Gubernur langsung memberikan respons tegas.

“Runtah (sampah) numpuk. Jadi, bapak ini setiap hari bikin macet jalan, yaitu mungut uang pake sair (seser ikan/jaring untuk menangkap ikan),” kata Dedi, menyoroti kondisi lingkungan dan tindakan si pria.

Tak berhenti di situ, Dedi pun bertanya lebih jauh mengenai tujuan dari uang yang dikumpulkan.

“Untuk apa?” tanyanya. “Pembangunan Masjid Al Albror,” jawab pria tersebut singkat.

Mendengar penjelasan itu, Dedi langsung mengunjungi lokasi pembangunan masjid. Dalam perjalanan menuju ke sana, ia melihat kondisi lingkungan sekitar yang memprihatinkan. Sampah terlihat menyumbat aliran air di sungai, menambah kesan kumuh di daerah itu.

"Coba pak ini sampah begini banget, kenapa tidak dibersihkan. Ini juga ibadah pak, membangun masjid ibadah, tapi memungut sampah juga ibadah pak," ucap Dedi sambil menunjukkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.

Tanpa ragu, ia pun turun langsung ke sungai dan mulai memunguti sampah, memberi contoh nyata kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk ibadah.

Setibanya di lokasi pembangunan masjid, Dedi mengetahui bahwa dana yang masih dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut mencapai sekitar Rp 50 juta. Situasi itu memunculkan reaksi yang tak terduga dari sang Gubernur.

“Jadi mulai hari ini bapak hentikan memungut (uang) di jalan. Pertama membuat kemacetan. Yang kedua membangun citra jelek terhadap umat Islam. Orang Islam katanya, bikin masjid aja minta-minta di jalan,” ujar Dedi tegas.

Lalu, tanpa basa-basi, ia mengambil keputusan mengejutkan yang membuat warga sekitar terdiam penuh takjub.

“Bapak kan sehari Rp 1 juta dapatnya. Nih saya kasih buat satu bulan. Gak usah mungut di jalan, nih Rp 30 juta,” kata Dedi sambil menyerahkan bantuan tunai secara langsung.

Namun, Dedi tidak memberikan bantuan tersebut tanpa syarat. Ia menyampaikan bahwa dana itu akan diberikan asalkan warga bersedia menunaikan satu imbalan yang menurutnya sangat penting untuk perubahan bersama.

“Saya minta ada imbalan dari warga,” ujarnya. “Imbalannya adalah warga bersihkan sungai dan sampaikan di mimbar masjid, yang buang sampah ke sungai durhaka,” tambahnya dengan suara mantap.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore