
Tangkapan layar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi sebuah masjid di Cisande, Sukabumi. (Instagram @dedimulyadi71)
JawaPos.com – Momen tak biasa terjadi saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi dalam rangka menghadiri perayaan ulang tahun Kota Sukabumi pada Kamis (10/4). Sebelum sampai di lokasi utama acara, Dedi memutuskan untuk singgah sebentar di Desa Cisande.
Di desa tersebut, Dedi mendapati seorang pria yang tengah meminta sumbangan di tepi jalan, diduga untuk pembangunan masjid. Aktivitas tersebut menyebabkan kemacetan, dan sang Gubernur langsung memberikan respons tegas.
“Runtah (sampah) numpuk. Jadi, bapak ini setiap hari bikin macet jalan, yaitu mungut uang pake sair (seser ikan/jaring untuk menangkap ikan),” kata Dedi, menyoroti kondisi lingkungan dan tindakan si pria.
Tak berhenti di situ, Dedi pun bertanya lebih jauh mengenai tujuan dari uang yang dikumpulkan.
“Untuk apa?” tanyanya. “Pembangunan Masjid Al Albror,” jawab pria tersebut singkat.
Mendengar penjelasan itu, Dedi langsung mengunjungi lokasi pembangunan masjid. Dalam perjalanan menuju ke sana, ia melihat kondisi lingkungan sekitar yang memprihatinkan. Sampah terlihat menyumbat aliran air di sungai, menambah kesan kumuh di daerah itu.
"Coba pak ini sampah begini banget, kenapa tidak dibersihkan. Ini juga ibadah pak, membangun masjid ibadah, tapi memungut sampah juga ibadah pak," ucap Dedi sambil menunjukkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai.
Tanpa ragu, ia pun turun langsung ke sungai dan mulai memunguti sampah, memberi contoh nyata kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk ibadah.
Setibanya di lokasi pembangunan masjid, Dedi mengetahui bahwa dana yang masih dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut mencapai sekitar Rp 50 juta. Situasi itu memunculkan reaksi yang tak terduga dari sang Gubernur.
“Jadi mulai hari ini bapak hentikan memungut (uang) di jalan. Pertama membuat kemacetan. Yang kedua membangun citra jelek terhadap umat Islam. Orang Islam katanya, bikin masjid aja minta-minta di jalan,” ujar Dedi tegas.
Lalu, tanpa basa-basi, ia mengambil keputusan mengejutkan yang membuat warga sekitar terdiam penuh takjub.
“Bapak kan sehari Rp 1 juta dapatnya. Nih saya kasih buat satu bulan. Gak usah mungut di jalan, nih Rp 30 juta,” kata Dedi sambil menyerahkan bantuan tunai secara langsung.
Namun, Dedi tidak memberikan bantuan tersebut tanpa syarat. Ia menyampaikan bahwa dana itu akan diberikan asalkan warga bersedia menunaikan satu imbalan yang menurutnya sangat penting untuk perubahan bersama.
“Saya minta ada imbalan dari warga,” ujarnya. “Imbalannya adalah warga bersihkan sungai dan sampaikan di mimbar masjid, yang buang sampah ke sungai durhaka,” tambahnya dengan suara mantap.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
