Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 April 2025 | 22.41 WIB

Gubernur Khofifah Klaim Jawa Timur Berhasil Turunkan Angka Kematian 2024 Melampaui Target

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan strategi dari turunnya Angka Kelahiran Ibu (AKI) di Jawa Timur. (Humas Pemprov Jawa Timur) - Image

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan strategi dari turunnya Angka Kelahiran Ibu (AKI) di Jawa Timur. (Humas Pemprov Jawa Timur)

JawaPos.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) 2024. Dari yang semula 93,73 per 100.000 LH (kelahiran hidup) pada 2023, turun menjadi 82,56 per 100.000 LH.

Hal ini dikonfirmasi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan bahwa penurunan AKI di Jatim melampaui target yang ditetapkan pemerintah, yakni 93,34 per 100.000 LH.

“Jumlah kematian Ibu tahun 2024 menurun dibanding tahun 2023. Namun jangan sampai kita terlena. Kita harus maksimalkan ikhtiar untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu," tutur Khofifah di Surabaya, Senin (7/4).

Ia lantas mengungkap strategi yang dilakukan untuk menurunkan Angka Kematian Ibu, yakni dengan menciptakan inovasi aplikasi elektronik Deteksi Risiko Tinggi Ibu Hamil (e-Detik) dan Bunda Anak Impian (BUAIAN).

“Kedua aplikasi ini diluncurkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jatim. Dengan aplikasi tersebut, ibu hamil dapat mengetahui kondisi kesehatannya setiap minggu, tanpa harus bolak balik ke fasilitas kesehatan," imbuhnya. 

Baik e-Detik maupun BUAIAN memang dirancang Dinkes Jawa Timur untuk memberikan kemudahan bagi ibu hamil dalam memantau perkembangan kondisi kehamilan. Termasuk mendeteksi risiko tinggi.

Tak hanya inovasi aplikasi, Dinkes Jawa Timur juga menggandeng BPJS Kesehatan untuk menyediakan layanan pemeriksaan kehamilan. Minimal 6 kali dengan dua kali USG dengan dokter.

“Nantinya disediakan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) jika ada risti (kondisi beresiko tinggi). Layanan ini diutamakan bagi peserta aktif BPJS Kesehatan,” terang Khofifah.

Gubernur Jawa Timur dua periode itu optimis dengan berbagai upaya yang dilakukan, mata rantai kasus kematian pada ibu hamil dapat diputus. Komplikasi kehamilan juga diharapkan dapat diminimalisir.

“Semoga ikhtiar kita bisa mewujudkan salah satu dari sembilan prioritas Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Sehat. Mari kita doakan agar semua ibu di dunia bisa menjalani kehamilan dan persalinan dengan sehat," tukas Khofifah. (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore