Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Februari 2025 | 19.29 WIB

Viral! Seorang Warga Magetan Tuntut Pedagang Sayur Keliling 540 Juta ke Pengadilan

NYENTRIK: Yasep Rahmat Wahyudi, pedagang sayur keliling asal Desa Kerangsari, Kecamatan Sukodono, yang selalu berdandan rapi dengan mengenakan dasi ketika berjualan di lingkungan perumahan. Gayanya yang nyentrik kerap menarik perhatian emak-emak. (Ridho A - Image

NYENTRIK: Yasep Rahmat Wahyudi, pedagang sayur keliling asal Desa Kerangsari, Kecamatan Sukodono, yang selalu berdandan rapi dengan mengenakan dasi ketika berjualan di lingkungan perumahan. Gayanya yang nyentrik kerap menarik perhatian emak-emak. (Ridho A

JawaPos.com–Video viral seorang warga Magetan pemilik toko sayur memarahi dan menggugat pedagang sayur keliling. Dalam video di akun X @TukangBedah00 tampak salah satu warga memarahi pedagang sayur keliling.

Dia mengatakan pedagang sayur keliling membuatnya rugi akibat toko sayurnya menjadi tidak laku. Akhirnya warga menuntut pedagang sayur keliling ke pengadilan.

Dia menuntut karena merasa bahwa toko sayurnya tidak laku karena saingan dengan pedagang sayur keliling. Toko sayurnya merupakan salah satu cara untuk menafkahi keluarga atau memenuhi kebutuhan hidup.

Setelah video tersebut viral, kemudian puluhan atau bahkan ribuan pedagang sayur keliling di Magetan mendatangi pengadilan. Aksi tersebut sebagai bentuk rasa tidak terima serta dukungan dan solidaritas bagi rekan mereka yang dituntut.

Salah satu pendemo pedagang sayur keliling mengatakan mereka tidak terima karena tidak ada larangan bagi mereka pedagang sayur keliling.

”Kita bebas, Pak berdagang di mana-mana, pedagang sayur keliling di mana-mana ada,” ungkap salah satu perwakilan pedagang sayur keliling.

Karena tidak ada larangan bagi para pedagang sayur keliling, mereka merasa diperlakukan tidak adil. Menurut dia, warga pun merasa terbantu dengan adanya pedagang sayur keliling terutama di daerah pelosok.

”Kalau warga tanggapannya mendukung, merasa terbantu dengan adanya pedagang sayur keliling karena menyingkat waktu. Di pedalaman mau ke pasar, kemana-mana jauh,” imbuh dia.

Para pedagang sayur keliling merasa telah bersusah-susah berdagang hingga daerah pelosok dengan akses jalan yang kurang memadai.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore