
Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Kalsel untuk mengurangi risiko bencana longsor dan banjir. (BNPB)
JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah itu dilakukan demi mengurangi risiko terjadinya bencana di dua wilayah tersebut. Khususnya bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat cuaca dan hujan deras yang turun beberapa hari belakangan.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, dalam operasi tersebut, BNPB melibatkan beberapa instansi lain. Termasuk di antaranya BPBD di daerah setempat dan TNI AU.
”Jawa Tengah yang dikenal dengan potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi menjadi prioritas dalam OMC,” kata Abdul Muhari pada Kamis (30/1).
BNPB melakukan OMC di Jateng dan Kalsel dengan landasan analisis cuaca yang cermat. Termasuk pembacaan Monsun Asia masih aktif dan Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di Kuadran 4.
”Yang mendukung pembentukan awan hujan yang sangat besar. Ditambah dengan perlambatan angin yang memperburuk ketidakstabilan atmosfer, kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat,” ujar Abdul Muhari.
Abdul Muhari mengungkapkan, prediksi cuaca selama 24 jam menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi akan mengarah pada peningkatan risiko bencana banjir dan longsor. Untuk itu, BNPB melakukan operasi dengan menggunakan metode penyemaian awan dengan Natrium Klorida atau NaCl.
”Untuk mempercepat hujan di wilayah perairan sebelum bergerak menuju daratan,” ungkap Abdul Muhari.
Operasi yang berlangsung pada Rabu (29/1) itu di bagi atas tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B bernomor registrasi PK-SNN. Sorti pertama dimulai pukul 07.58 hingga 10.06 WIB dengan penyemaian 1.000 kilogram NaCl di perairan utara Jateng. Sorti kedua berlangsung pada pukul 14.08 hingga 16.05 WIB dan sorti ketiga dilakukan sore hari mulai pukul 16.32 WIB.
Tidak hanya Jateng, lanjut Abdul Muhari, Kalsel juga menghadapi tantangan serupa. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan. Ditambah dengan gelombang equatorial Rossby yang mempengaruhi kondisi atmosfer, Kalsel berpotensi mengalami cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir serta angin puting beliung.
”Dengan kelembaban udara yang tinggi dan tingkat labilitas atmosfer yang signifikan, BNPB berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan TNI AU melakukan OMC di wilayah pesisir Tanah Laut. Penyeimbang cuaca dilakukan dengan cara penyemaian 1.000 kilogram NaCl pada ketinggian 10 ribu kaki menggunakan pesawat Cessna,” terang Abdul Muhari.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
