Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 03.20 WIB

BNPB Kembali Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Bencana di Jateng dan Kalsel

Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Kalsel untuk mengurangi risiko bencana longsor dan banjir. (BNPB) - Image

Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng dan Kalsel untuk mengurangi risiko bencana longsor dan banjir. (BNPB)

JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah itu dilakukan demi mengurangi risiko terjadinya bencana di dua wilayah tersebut. Khususnya bencana hidrometeorologi yang terjadi akibat cuaca dan hujan deras yang turun beberapa hari belakangan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, dalam operasi tersebut, BNPB melibatkan beberapa instansi lain. Termasuk di antaranya BPBD di daerah setempat dan TNI AU.

”Jawa Tengah yang dikenal dengan potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi menjadi prioritas dalam OMC,” kata Abdul Muhari pada Kamis (30/1).

BNPB melakukan OMC di Jateng dan Kalsel dengan landasan analisis cuaca yang cermat. Termasuk pembacaan Monsun Asia masih aktif dan Madden-Julian Oscillation (MJO) berada di Kuadran 4.

”Yang mendukung pembentukan awan hujan yang sangat besar. Ditambah dengan perlambatan angin yang memperburuk ketidakstabilan atmosfer, kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat,” ujar Abdul Muhari.

Abdul Muhari mengungkapkan, prediksi cuaca selama 24 jam menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi akan mengarah pada peningkatan risiko bencana banjir dan longsor. Untuk itu, BNPB melakukan operasi dengan menggunakan metode penyemaian awan dengan Natrium Klorida atau NaCl.

”Untuk mempercepat hujan di wilayah perairan sebelum bergerak menuju daratan,” ungkap Abdul Muhari.

Operasi yang berlangsung pada Rabu (29/1) itu di bagi atas tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B bernomor registrasi PK-SNN. Sorti pertama dimulai pukul 07.58 hingga 10.06 WIB dengan penyemaian 1.000 kilogram NaCl di perairan utara Jateng. Sorti kedua berlangsung pada pukul 14.08 hingga 16.05 WIB dan sorti ketiga dilakukan sore hari mulai pukul 16.32 WIB.

Tidak hanya Jateng, lanjut Abdul Muhari, Kalsel juga menghadapi tantangan serupa. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berperan dalam meningkatkan pembentukan awan hujan. Ditambah dengan gelombang equatorial Rossby yang mempengaruhi kondisi atmosfer, Kalsel berpotensi mengalami cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang yang dapat menyebabkan banjir serta angin puting beliung.

”Dengan kelembaban udara yang tinggi dan tingkat labilitas atmosfer yang signifikan, BNPB berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, dan TNI AU melakukan OMC di wilayah pesisir Tanah Laut. Penyeimbang cuaca dilakukan dengan cara penyemaian 1.000 kilogram NaCl pada ketinggian 10 ribu kaki menggunakan pesawat Cessna,” terang Abdul Muhari.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore