Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 November 2024 | 22.05 WIB

Korban Bagian dari Kreak, Soal Penembakan di Semarang IPW Sebut dalam Situasi Terancam, Petugas Boleh Melepas Tembakan

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (Istimewa) - Image

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (Istimewa)

JawaPos.com–Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menanggapi insiden penembakan yang menewaskan seorang pelajar dalam aksi tawuran di Semarang. Sugeng menjelaskan, berdasar informasi yang diterima, korban yang meninggal dunia merupakan anggota salah satu dari dua kelompok geng (kreak) yang terlibat bentrokan di depan sebuah minimarket.

”Tindakan yang diambil polisi dapat dibenarkan. Berdasar standar operasional prosedur (SOP), dalam situasi terancam atau terdesak, petugas memang diperbolehkan melepaskan tembakan untuk melumpuhkan guna mencegah timbulnya korban lebih banyak,” ujar Sugeng.

Menurut dia, tembakan tersebut kemungkinan diarahkan ke bagian tubuh yang relatif aman, seperti kaki. Namun, kondisi dinamis di lapangan dapat menyebabkan peluru mengenai bagian tubuh lain, seperti pinggang.

”Tujuannya adalah melumpuhkan, bukan untuk menghilangkan nyawa,” jelas Sugeng Teguh Santoso.

Sugeng juga mengungkapkan, berdasar informasi awal, polisi yang berada di lokasi kejadian berniat melerai tawuran. Namun, petugas justru diserang kelompok geng motor, sehingga memaksa mereka mengambil tindakan dengan menembak. IPW meminta masyarakat menunggu hasil penyelidikan yang tengah dilakukan Polrestabes Semarang.

”Kami juga mendengar bahwa ada anggota geng motor yang sudah ditetapkan sebagai tersangka,” tambah Sugeng Teguh Santoso.

Sebelumnya, Kapolrestabes Semarang Kombespol Irwan Anwar mengonfirmasi bahwa anggotanya melepaskan tembakan terhadap seorang pelajar berinisial G, yang diduga merupakan anggota kelompok geng motor remaja atau yang biasa disebut kreak di Semarang.

Irwan menjelaskan, pada Minggu (24/11) dini hari, polisi menerima laporan adanya tawuran antar-kelompok kreak di tiga lokasi berbeda. Kecamatan Gayamsari, Semarang Utara, dan Semarang Barat.

Insiden penembakan terjadi saat G terlibat tawuran di Semarang Barat, tepatnya di depan Perumahan Paramount. ”Dalam kejadian ini, kami telah memeriksa 12 anak-anak yang terlibat, dan empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Irwan Anwar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore