Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 November 2024 | 19.40 WIB

Tim SAR Gabungan Temukan dan Evakuasi Sepuluh Korban Longsor di Karo, Seluruhnya Meninggal Dunia

Lokasi terdampak longsor di wilayah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (BNPB) - Image

Lokasi terdampak longsor di wilayah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada sepuluh korban meninggal dunia pasca longsor di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Selasa (26/11). Abdul Muhari menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan melakukan pencarian sampai Senin malam (25/11). 

”Petugas gabungan yang dipimpin Basarnas memfokuskan pencarian korban di sekitar bangunan rumah yang terdampak longsor,” kata dia. 

Abdul Muhari memastikan bahwa para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Kabanjahe. Selain melaksanakan operasi SAR, petugas juga membersihkan lokasi terdampak longsor. Terutama material longsor yang menimbun dan menutup akses jalan menuju lokasi tersebut. Para petugas yang terlibat terdiri atas BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat setempat. 

Lokasi terdampak longsor di wilayah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. (BNPB)

”Material longsor di sekitar Masjid Al-Hidayah yang terletak di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Karo, belum sepenuhnya berhasil dibersihkan. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan belum dapat dilalui kendaraan,” kata Abdul Muhari

Selain menyebabkan sepuluh korban meninggal dunia, longsor di Kabupaten Karo merusak tempat tinggal warga. Data sementara mencatat ada dua unit rumah warga yang rusak berat, kemudian satu penginapan, dan satu masjid. Material longsor juga sempat memutus akses jalan yang menghubungkan Desa Semangat Gunung dengan Desa Doulu. 

”Pada lahan pertanian dan sektor perikanan terdampak, pemerintah daerah setempat masih melakukan pendataan di lapangan. Sedangkan dampak lain tanah longsor menyasar pada infrastruktur irigasi dan jaringan listrik yang terputus,” jelas Abdul Muhari. 

BNPB mendapat informasi bahwa longsor di Desa Semangat Gunung atau dekat dengan pemandian air panas Sidebu Debu terjadi setelah hujan lebat pada Sabtu lalu (23/11). Memasuki puncak musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi ancaman bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor atau angin kencang. 

”Lakukan upaya aksi dini untuk menyelamatkan diri dan keluarga. Warga dapat memantau potensi curah hujan melalui kanal resmi pemerintah atau pun BPBD,” imbuhnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore