
Ilustrasi Pilkada serentak.(Dok.Jawa Pos)
JawaPos.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar terpaksa menghentikan debat publik kedua Pilkada 2024 yang diikuti dua pasangan calon (paslon). Itu setelah ada protes dari pasangan calon nomor urut 1 Rijanto-Beky Herdihansah karena pasangan nomor urut 2 Rini Syarifah–Abdul Ghoni dituding membaca catatan saat penyampaian visi misi.
Ketua KPU Kabupaten Blitar Sugiono mengatakan, KPU sudah membuat kesepakatan bahwa tidak memperbolehkan pasangan calon (paslon) membawa catatan saat di panggung, kecuali visi misi dari KPU.
”Ada pasangan calon yang protes karena ada yang membawa kertas di luar yang difasilitasi KPU, sehingga kami langsung mediasi bersama masing-masing liaison officer (LO) paslon dan lama tidak ada titik temu. Sehingga, kondisi semakin tidak kondusif,” kata Sugiono seperti dilansir dari Antara di Blitar.
Dia mengatakan, KPU memutuskan bahwa debat publik yang kedua ini dihentikan sebab jika dilanjutkan dikhawatirkan risiko lebih besar. ”Kalau ini dilanjutkan risikonya lebih besar sehingga jajaran KPU sepakat untuk menghentikan debat, karena hal itu keputusan yang terbaik,” tandas Sugiono.
Saat awal debat publik kedua yang digelar di Hall Kampung Coklat Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, tersebut dimulai, berjalan seperti biasa. Pembaca acara mengawali kegiatan debat publik dengan mengenalkan dua paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar dan mempersilakan mereka untuk maju ke panggung.
Ketika itu, mereka dijelaskan diberikan waktu untuk menyampaikan visi misi. Untuk paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar nomor urut 1 pasangan Rijanto-Beky Herdihansah (Rizky) menjelaskan tentang peningkatan pelayanan publik yang bertekad saat terpilih ke depan akan memberikan pelayanan yang tepat, tidak bertele-tele, siap mengentaskan pungutan liar, dan meningkatkan pelayanan dengan sistem digitalisasi.
Selain itu, siap berkolaborasi dengan merangkul tokoh masyarakat, perguruan tinggi, pengusaha, dan masyarakat.
”Setiap masalah akan diselesaikan sebaik-baiknya dan tentunya setiap hari Senin jam 06.00 sampai jam 07.00 WIB, ada kesempatan menyampaikan unek-unek dan ini kami teruskan,” kata Rijanto.
Sementara itu, paslon Bupati dan Wakil Bupati Blitar nomor urut 2 pasangan Rini Syarifah–Abdul Ghoni (Rindu) menjelaskan soal program yang keberlanjutan. Sebagai wujud rasa cinta untuk Kabupaten Blitar, pasangan ini akan meneruskan perjuangan menuju Kabupaten Blitar maju, sejahtera dan keberlanjutan.
Calon Bupati Blitar Rini Syarifah menjelaskan soal pelayanan masyarakat yang tidak bisa lepas dari penerapan pemerintahan yang baik, yang berperan sebagai kerangka kerja demi mendukung pelayanan masyarakat yang efektif dan responsif dari permasalahan daerah. ”Kami akan berkolaborasi membangun masyarakat dengan tokoh masyarakat, sektor swasta, sehingga berdampak positif,” kata Rini.
Namun, saat penyampaian, Rini justru terlihat seperti membaca naskah. Hal itu kemudian yang membuat pasangan nomor urut 1 sempat protes. Beberapa waktu protes itu tidak langsung ditanggapi moderator yang membiarkan, hingga kemudian suasana semakin tidak kondusif.
Kemudian, petugas keamanan dari KPU Kabupaten Blitar mendekati pasangan Rindu ini hingga Mak Rini, sapaan akrab Rini Syarifah langsung menutup sesuatu dan penyampaian visi misi dilanjutkan pasangan calon wakilnya Abdul Ghoni hingga waktu habis.
Kemudian, LO dari dua pasangan calon dipertemukan dan tidak ada titik temu dan kemudian KPU memutuskan untuk menghentikan debat publik yang kedua ini. Isu terkait dengan kertas contekan juga sebelumnya sempat menguat dan menjadi sorotan saat debat publik yang pertama yang berlangsung pada Jumat (18/10). Petahana Rini Syarifah seperti membawa dan membaca beberapa lembar kertas berisi catatan.
Dalam Pilkada 2024, mempertemukan dua pasangan calon yang sama-sama pernah menjabat Bupati Blitar. Rijanto sebelumnya adalah Bupati Blitar dan Rini Syarifah adalah rivalnya dalam Pilkada 2020. Hasil perolehan pasangan nomor urut satu (Rijanto-Marhaenis Urip Widodo) adalah 255.694 suara dan pasangan nomor urut dua (Rini Syarifah-Rahmad Santoso) adalah 365.365 suara.
Secara persentase, pasangan petahana kepala daerah di Kabupaten Blitar yakni Rijanto-Marhaenis Urip Widodo mencapai 41,16 persen dan pasangan Mak Rini-Rahmad Santoso mencapai 58,84 persen. Partisipasi masyarakat dalam pilkada mencapai 67,06 persen. Di Pilkada 2024, keduanya sama-sama saling bertemu untuk bertarung kembali.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
