
Potongan gambar jembatan yang dibongkar warga di Jombang demi karnaval sound horeg (kanan) dan kondisi terkininya (kiri). (Achmad RW/Radar Jombang)
JawaPos.com – Warga Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Jombang, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah beberapa oknum di antaranya melakukan tindakan yang tak biasa.
Beberapa warga diketahui nekat membongkar sayap jembatan di jalan kabupaten setempat. Alasannya tak masuk akal, konon demi melancarkan agenda karnaval sound horeg atau sound sistem dalam ukuran besar.
Sebuah video yang merekam aksi bongkar jembatan itu pun viral di sosial media. Mereka tampak melakukan aksinya saat tengah malam pada Rabu (28/8) lalu.
Sementara agenda karnaval sound horeg yang disebutkan dalam video, akan digelar pada 6 september 2024 mendatang.
“Karena tanggal 6 Sept (September,Red) akan diadakan karnaval sound horeg,” demikian tertulis dalam video, dikutip dari Radar Jombang (Jawa Pos Group), Sabtu (31/8).
Saat ditanya soal hal ini, Kades Kedungbetik, Said Mashar, membenarkan adanya aksi pembongkaran sayap jembatan tersebut, meski tak memberi kepastian tentang alasan di balik aksi warganya itu.
Baca Juga: Usai Geger Istri King Abdi Ditawari Jadi LC, Oknum Nakal di Rest Area Karangploso Minta Maaf
Meski demikian, Said memastikan bahwa kondisi jembatan di jalan kabupaten tersebut kini sudah diperbaiki.
“Itu inisiatif warga masyarakat, dan kan sudah selesai juga diperbaiki, bisa dilihat kok,” kata Said.
Ia mengaku tak tahu menahu soal adanya agenda karnaval, terlebih ada sound horeg juga. Katanya, tanggal 6 September dirinya sedang ada dinas keluar kota.
“Wah kalau itu (karnaval sound horeg,Red) saya tidak hafal, tidak tahu pasti jadwalnya, saya sedang pelatihan di Surabaya ini,” tandasnya.
Aksi viral warga Kedungbetik ini pun sampai ke telinga Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi. Kata dia, pihaknya sudah mengutus sejumlah petugas untuk melihat kondisi jembatan tersebut.
“Jadi memang videonya viral, dan kami tahu, kemarin malam tim dari Bina Marga sudah turun ke lokasi dan kami minta untuk melakukan konfirmasi kepada Pemdes setempat, kami masih menunggu ini hasil laporannya,” jelasnya.
Bayu meneruskan, tindakan membongkar paksa sayap jembatan itu termasuk pelanggaran, karena merupakan aset milik pemerintah. Sejauh ini, pihaknya pun merasa tak menerima izin untuk membongkar sayap jembatan.
“Walaupun dia bersedia dan mampu mengembalikan, namun prosedurnya ada, dan tidak bisa seenaknya memang,” pungkasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
