
ILUSTRASI: BNPP mendorong percepatan pembangunan PLBN Sei Kelik untuk aktivitas lintas batas negara. (Istimewa)
JawaPos.com - Luasnya wilayah Indonesia adalah sebuah Rahmat dan anugerah tersendiri bagi bangsa ini. Tanah yang subur dan lautan yang luas, tentu menjadi modal dasar yang begitu mempesona.
Namun hal ini berbeda jika disampaikan pada warga yang hidup diperbatasan negeri ini. Hidup di tapal batas negara yang bersebelahan dengan negara tetangga, tidaklah selalu terlihat hebat ataupun baik.
Meski bagi sebagian orang akan berpikir begitu nikmatnya tinggal diperbatasan negara, karena bisa setiap saat melancong keluar negeri. Kenyataan ini berbanding terbalik bagi sebagian besar wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, khususnya Malaysia.
Jauhnya akses dan sumber mata pencarian yang layak dinegeri tetangga, menjadi alasan mereka untuk melirik negeri tetangga sebagai tujuan untuk pemenuhan kebutuhan, baik pekerjaan atau untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Perjalanan yang terlalu jauh ke desa terdekat atau kota terdekat didalam negeri, menjadi alasan utama warga perbatasan memilih melintas melalui jalur tidak resmi ke negara tetangga, Malaysia.
Bahkan, di beberapa titik, pelintasan ini seakan menjadi lumrah dilakukan, tanpa adanya Pas Lintas batas, cukup hanya bermodal uang dan fisik yang kuat. Memanggul berpuluh kilogram barang kebutuhan, mereka berjalan kaki menapaki jalan tradisional melintas dari Indonesia ke Malaysia, atau sebaliknya.
Salah seorang warga Desa Sei Kelik, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Heri, menyampaikan bahwa hanya bermodal KTP bisa dengan mudah melintas ke wilayah Malaysia untuk keperluan bekerja di Malaysia sebagai buruh kebun sawit, bahkan tinggal selama seminggu, dan pulang secara teratur setiap akhir pekan.
“Kita biasa jak ke Malaysia, jalan 30 menit ke pasar Lacau (wilayah Malaysia), disana dijemput Toke dengan Lori. Kerja kebun jak, seminggu kita pulang. Tak perlu surat, KTP jak cukup," tuturnya.
Heri menambahkan bahwa hal ini dilakukan, lantaran didesanya tidak ada pekerjaan, dan untuk berbelanja setiap akan pulang Kembali ke desanya cukup mudah diperoleh di wilayah Malaysia.
Heri mengaku bahwa para TDM (Tentara Diraja Malaysia) sudah terbiasa dengan mereka. Tak ada yang berani menangkap lantaran para pemilik kebun di Malaysia juga sudah “menjalin” hubungan dekat dengan TDM tersebut.
Namun terkadang jika sedang sial, maka seluruh hasil kerja mereka juga terpaksa harus direlakan karena terkena razia. Lalu bagaimana jika pelintasan regular tak resmi ini kemudian dinaikkan statusnya menjadi resmi? Heri mengatakan mendukung hal tersebut, selama proses melintas dipermudah, karena banyak warga diperbatasan yang tak terlalu paham hal-hal formal seperti ini.
Melihat hal tersebut, pemerintah melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) sudah tepat untuk menetapkan Jalur Lintas Batas Negara di Sei Kelik dapat ditingkatkan menjadi Pos Pelayanan Lintas Batas Negara.
Hal ini sebagai sarana prasarana penunjang pelayanan lintas batas negara. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan melalui inpres nomor 1 tahun 2019 tentang Percepata Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara terpadu dan sarana prasarana penunjang dikawasan perbatasan, dimana Sei Kelik ada didalamnya dengan status PLBN type B.
Hal ini dirasa perlu, dikarenakan aktifitas lintas batas batas negara di Kawasan sei kelik, dinilai cukup massif yang di khawatifkan menjadi peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk menyelundupkan pekerja migran, atau bisa saja barang-barang haram lainnya.
Titik perlintasan Sei Kelik, dinilai cukup strategis, karena bagi warga masyarakat perbatasan setempat, titik inilah yang paling dekat dengan kota terdekat di Malaysia yaitu Lacau yang selama ini menjadi tumpuh pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, serta kemudahan yang didapatkan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
