Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Mei 2024 | 15.42 WIB

Pabrik Gula Redjosarie Magetan Targetkan Giling 3,1 Juta Kuintal Tebu

Tradisi petik tebu manten yang digelar di Desa Mojorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, menandai awal musim giling PG Redjosarie. - Image

Tradisi petik tebu manten yang digelar di Desa Mojorejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, menandai awal musim giling PG Redjosarie.

JawaPos.com–Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Unit Usaha Pabrik Gula (PG) Redjosarie di Kelurahan Rejosari, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menargetkan menggiling 3,1 juta kuintal tebu pada musim giling 2024.

Dengan demikian, kata General Manager PG Redjosarie Danang Krisworo​​​​​​, dapat memenuhi kebutuhan komoditas gula bagi masyarakat di Magetan dan sekitarnya.

”Kami yakin mampu menggiling 3,1 juta kuintal tebu dengan kualitas rendemen mencapai 7,23 persen,” ujar Danang Krisworo seperti dilansir dari Antara.

Dengan kemampuan itu, menurut Danang, PG Redjosarie bisa memberikan kontribusi yang lebih baik kepada masyarakat sekitar. Sebagai salah satu unit usaha dari BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, PG Redjosarie Magetan terus berupaya mendukung swasembada gula pemerintah.

”Kami merencanakan pada 27 Mei akan uji coba pabrik. Jika lancar, akan mulai giling pada 8 Juni,” ujar Danang Krisworo.

Danang berharap giling tahun ini lebih lancar dan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Selain itu, hasil giling juga dapat memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan, karyawan, petani tebu, maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Redjosarie Suyono berharap yang sama agar musim giling tahun ini lebih baik daripada sebelumnya. Terutama terkait dengan harga gula dan performa pabrik.

”Jika harga gula dan performa pabrik membaik, kesejahteraan petani juga akan meningkat,” terang Suyono.

Suyono juga yakin bahwa target giling tahun ini akan tercapai. Sebab, ada sekitar 300 petani tebu dengan luas lahan sekitar 4.000 hektare yang hasil panen akan digiling di PG Redjosarie.

Acara tradisi petik tebu manten, lanjut dia, dimulai dengan doa bersama di kebun tebu yang dihadiri petugas PG, tokoh masyarakat, petani tebu, dan undangan lain.

”Sepasang tebu ini merupakan simbol pengantin, kemudian ditebang bersamaan dengan beberapa tebu lainnya, lalu diarak menuju pabrik gula diiringi alunan Kebo Giro,” papar Suyono.

Dia optimistis bisa mencapai target itu sehingga dapat mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di Kabupaten Magetan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore