Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Mei 2024 | 20.22 WIB

Hadiri KTT Forum Air Sedunia di Bali, Pj. Gubernur Adhy Dukung Komitmen Presiden Jokowi Dalam Pengelolaan Air Bersih

Plt Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono (kiri). - Image

Plt Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono (kiri).

JawaPos.com–Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono siap mendukung komitmen Presiden Joko Widodo dalam mengelola air bersih untuk masyarakat.

Hal itu disampaikan Pj Gubernur Adhy usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) atau Forum Air Sedunia Ke-10 di Bali Internasional Convention Center (BICC), Senin (20/5).

”Kami sangat mendukung penuh amanat Presiden Jokowi terkait kolaborasi dalam pengelolaan air bersih. Itu yang selama ini kami lakukan di Jawa Timur,” kata Adhy.

Di Jatim kata Adhy, kolaborasi dalam pengelolaan air bersih telah dilakukan sejak lama. Jatim menjadi provinsi dengan produksi air bersih paling tinggi di Indonesia.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), volume produksi perusahaan air bersih di Jatim mencapai 810,82 juta meter kubik selama 2022. Produksi air bersih Jatim itu menduduki peringkat pertama se-Indonesia diikuti DKI Jakarta 635,092 juta meter kubik, Jawa Tengah 627,619 juta meter kubik, dan Jawa Barat 513,24 juta meter kubik.

”Air bersih di Jatim tertinggi di Indonesia. Ini karena kolaborasi bersama antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Karena meningkatnya kebutuhan air bersih juga beriringan dengan meningkatnya literasi kesehatan pada kehidupan masyarakat,” ucap Adhy Karyono.

”Baik perusahaan air minum (PAM), perusahaan daerah air minum (PDAM), badan pengelola air minum (BPAM) maupun perusahaan swasta lain melakukan inovasi sehingga meningkatkan produksi air bersih,” tambah dia.

Pj Gubernur Adhy juga menghadiri Gala Dinner KTT WWF yang digelar di taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Minggu (19/5) malam.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyampaikan sebagai negara dengan luas perairan yang mencapai 65 persen, Indonesia kaya akan kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai hingga tepian danau.

”Masyarakat kami memiliki nilai budaya terhadap air, salah satunya adalah sistem pengairan subak di Bali. Yang dipraktikkan sejak abad ke-11 yang lalu dan diakui sebagai warisan budaya dunia,” kata Jokowi.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tema WWF kali ini dapat dimaknai menjadi 3 prinsip dasar. Yakni menghindari persaingan, mengedepankan pemerataan dan kerja sama inklusif, serta menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama.

”Ketiga prinsip ini hanya bisa terwujud dengan sebuah kata kunci yaitu kolaborasi,” kata Jokowi.

Pemprov Jatim ikut menyemarakkan perhelatan WWF di Bali. Melalui Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Jatim mengikuti expo sumber daya air di Bali Nusa Dua Convention Center yang dimulai 18 hingga 25 Mei, Booth BNA 54. Dinas PU SDA Jatim juga menjadi pembicara pada Diskusi terbuka The Importance of Bilateral Collaboration di Netherlands Pavilion pada 21 Mei pukul 10.00 wita.

Disbudpar Jatim juga menampilkan kesenian kostum karnaval dan tarian tradisional Jawa Timur yaitu Jember Fashion Carnaval (JFC) dan Tarian Remo Branjang Kawat.

Disperindag maupun Dinas Koperasi dan UKM Jatim berkolaborasi mengisi Booth UMKM di Tsunami Shelter Kuta berupa produk beauty, kuliner, fashion, dan Craft and Art.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore