Ni Putu Putri Muliantasari. (Antara)
JawaPos.com – Beberapa waktu terakhir ini, masyarakat khususnya yang tinggal di Kelurahan Penatih, Denpasar, Bali diramaikan dengan adanya perdebatan terkait penertiban warung Madura oleh Satpol PP dan diimbau untuk buka cukup sampai jam 12 malam saja.
Perdebatan terkait warung Madura yang diimbau agar tidak buka selama 24 jam itu ditanggapi oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah kota tidak mempunyai peraturan seperti Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang jam operasional warung Madura.
Baca Juga: Polemik Warung Madura Buka 24 Jam, Mufti Anam: Aturan Harus Berpihak ke Pelaku Usaha Mikro
“Perwalinya untuk aturan jam operasional warung Madura tidak ada. Kami juga mohon maaf belum menyikapi, mungkin ada ketentuan adat yang melarang,” ujarnya pada hari Sabtu (27/4) seperti dilansir dari Antara.
Warung Madura ini diketahui sudah tersebar di Kota Denpasar, Bali. Keunggulan Dari warung ini yaitu merupakan warung serba ada dan mempunyai jam operasional selama 24 jam. Selain itu, karyawan yang bertugas menjaga warung Madura juga kerap kali berganti.
Sehingga, Pemkot Denpasar lalu melakukan penertiban berupa pendataan bagi penduduk pendatang yang sekaligus merupakan upaya untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban lingkungan. Namun, terkait dengan kebijakan jam operasional warung masih harus dicari tahu lagi.
Baca Juga: Mengenal Fenomena Warung Madura, Bentuk Persaingan Bisnis Minimarket VS Toko Klontong 24 Jam
“Saya akan berkoordinasi untuk melihat apa pertimbangannya. Mungkin dalam konteks sekarang ini karena sering terjadi perkelahian. Kami memang menginstruksikan kepada jajaran desa atau lurah melalui camat agar melakukan penertiban penduduk,” kata dia.
Wali Kota Denpasar itu juga mengatakan bahwa Tindakan yang diambil oleh pemkot bukan bermaksud untuk berprasangka terhadap pendatang khususnya yang bekerja menjaga warung Madura. Tetapi pihaknya menginginkan daerah yang merupakan ibu kota dari Provinsi Bali itu agar tetap kondusif.
“Kami ingin membangun Denpasar agar tetap kondusif. Kami sangat menghormati pendatang, apalagi mereka datang juga membawa rezeki. Tetapi dalam konteks penertiban penduduk, mungkin kebijakan yang diambil oleh lurah untuk menjaga kelurahannya yaitu dengan ditutup jam 12 malam,” ungkapnya.
Baca Juga: Harus Segera Cari Solusi, Warung Liar di JLS Tulungagung-Blitar Bakal Dipindah ke Rest Area
Menurutnya, dengan imbauan untuk meminta warung Madura tutup pada pukul 12 malam bukan berarti merupakan bentuk pemerintah mendukung ritel modern yang buka hingga lebih larut dan mengesampingkan usaha para pendatang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
