JawaPos.com - Belum lama ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan, telah mengabarkan terjadinya musibah banjir.
Berdasarkan informasi yang dibagikan, ada tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan telah diterjang bencana banjir.
Meski demikian, banjir yang menerjang riga wilayah kecamatan tersebut, kini sudah mulai surut.
Sebelumnya, debit ketinggian air mencapai 150 hingga 250 Centimeter (CM) lebih, namun kini ketinggian air rata-rata saat ini hanya sekitar 15 Centimeter (CM).
Dikutip dari
bnpb.go.id, bencana banjir telah merendam lima kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan sejak hari Selasa lalu (16/4/2024), sekitar pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerima informasi tiga wilayah kecamatan yang terbebas dari banjir, yaitu Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo.
Dengan musibah demikian, fasilitas Listrik masih terganggu di wilayah yang terdampak banjir dan akses jaringan komunikasi juga masih terganggu di wilayah Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.
Pada hari Rabu (24/4/2024), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menunggu pemutakhiran situasi di satu wilayah kecamatan lain, yang juga terdampak banjir, yaitu Kecamatan Ulu Rawas dan Kecamatan Rawas Ulu.
Data terakhir yang telah didapat pada hari Selasa malam (23/4/2024), jumlah keluarga yang mengungsi mencapai 12.953 Kartu Keluarga (KK) atau 51.812 jiwa.
Bencana banjir yang terjadi akibat meluapnya debit air Sungai Rupit dan Sungai Rawas berada di Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan terjadi karena setelah adanya hujan lebat, dan mengakibatkan 4 korban jiwa masyarakat sekitar meninggal dunia.
Tiga korban di antaranya merupakan masyarakat dari Kecamatan karang Jaya, sedangkan satu korban masyarakat dari Kecamatan Ulu Rawas. Semua korban jiwa telah dievakuasi oleh petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Selain dampak korban jiwa, bencana banjir juga mengakibatkan adanya kerugian pada sektor perumahan dan fasilitas umum. Tercatat sebanyak 12.571 rumah masyarakat yang terdampak banjir yang berada di lima kecamatan yaitu Kecamatan Rupit, Kecamatan Rawas Ulu, Kecamatan Ulu Rawas, Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Karang Dapo.
Dari total jumlah 12.571 rumah masyarakat yang terdampak banjir. Terdapat rumah masyarakat yang telah rusak berat sejumlah 454 unit, rusak sedang sejumlah 110 dan rusak ringan sejumlah 106.
Sedangkan, untuk kerusakan pada fasilitas umum tercatat jembatan rusak berat 10 unit, sarana tempat ibadah 38 unit, fasilitas pendidikan 34 unit dan sarana tempat kesehatan 20 unit.
Dengan menyikapi situasi darurat di wilayah yang telah diterjang musibah bencana banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara telah mengaktifkan pos komando penanganan banjir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara juga mengaktifkan beberapa posko, setelah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor, melalui Surat Keputusan Bupati nomor 220/KPTS/BPBD/MRU/2024.
Semenjak bencana banjir menerjang, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gabungan telah melakukan upaya penanganan darurat, seperti evakuasi, pelayanan masyarakat setempat yang terdampak hingga mengaktifkan dapur umum.