
Kondisi parkir di tepi jalan Koridor Kajoetangan yang seringkali menyebabkan kemacetan lalu lintas./Darmono/Radar Malang
JawaPos.com – Situasi semrawut di parkir tepi jalan seringkali dijumpai pada Koridor Kajoetangan Malang.
Menanggapi hal tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menerapkan sistem baru, yaitu dengan e-parking atau parkir elektronik.
Rencana itu saat ini sedang dikaji dan dimatangkan oleh pemkot.
Widjaja Saleh Putra selaku Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menjelaskan bahwa penerapan e-parking di Koridor Kajoetangan itu dilakukan untuk menertibkan pengelolaan parkir. Sebab, selama ini untuk urusan parkir di tempat itu dirasakan cukup semrawut.
Penerapan parkir di Koridor Kajoetangan seringkali membludak akibat banyaknya pengunjung yang datang ke sana.
Sehingga akhirnya menyebabkan kemacetan lalu lintas. Beberapa kali pihak Dishub juga menjumpai juru parkir (jukir) yang mematok tarif parkir tidak sesuai aturan atau seringkali lebih tinggi.
“Sistem e-parking itu nanti dapat mengontrol sesuai ketersediaan ruang parkir yang ada. Sehingga kendaraan tidak akan membludak,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Malang (JawaPos Group).
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa sistem itu akan menggunakan sensor untuk mendeteksi jumlah kendaraan yang terparkir secara real-time.
Sehingga Ketika tempat parkir sudah penuh, kendaraan yang hendak parkir akan diarahkan menuju titik lainnya.
“Nanti pembayaran bisa dilakukan dengan sistem digital atau QRIS. Itu juga sudah diterapkan di semua titik yang menggunakan e-parking,” kata dia.
Menurutnya, pembayaran parkir secara digital itu dapat meminimalisir kebocoran pendapatan. Begitu juga dengan tarif parkir yang tidak bisa diubah-ubah lagi.
Selain sistem pengelolaan parkir, pihak Dishub Kota Malang juga akan meningkatkan pelayanan. Dengan menyediakan jukir terlatih dan diupah per hari.
“Diterapkannya e-parking itu harapannya dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Sehingga jumlah kunjungan di Koridor Kajoetangan juga semakin meningkat,” imbuh Kepala Dishub Kota Malang itu.
Senada dengan pihak Dishub, anggota Komisi C DPRD Kota Malang yakni Bayu Rekso Aji juga turut mendukung rencana sistem parkir baru tersebut.
Menurutnya, dengan adanya e-parking, ia optimis dapat mengurai berbagai masalah kemacetan di Koridor Kajoetangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
