
Aktor Chicco Jericho usai mendatangi Ditresktimsus Polda Riau di Pekanbaru, Senin (25/3), terkait dengan kematian gajah Rahman.
JawaPos.com–Aktor Chicco Jerikho melakukan audiensi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau di Pekanbaru. Audiensi itu terkait dengan kematian seekor gajah bernama Rahman di area konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) karena ada dugaan orang tak bertanggung jawab meracun binatang itu.
Chicco usai bertemu pihak kepolisian menjelaskan, kedatangannya ingin meminta agar pengusutan kematian gajah Rahman itu bisa tuntas. Dia bahkan membawa petisi mendukung Polda Riau menuntaskan kasus tersebut. Petisi ini didukung lebih dari 10.000 orang.
”Kami sudah menghadap Kasubdit IV. Kasus ini masih tahap penyidikan investigasi. Makin ke sini makin tergambar dan terarah,” terang Chicco Jerikho seperti dilansir dari Antara.
Selain itu, Chicco juga sempat bermalam di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Aktor itu melihat langsung lokasi kejadian serta kuburan gajah Rahman.
Chicco menambahkan, dirinya pernah bertemu langsung dengan gajah Rahman 8 tahun lalu. ”Rahman, gajah yang pintar. Gajah digunakan untuk patroli. Dia menggiring gajah liar serta kegiatan konservasi lainnya. Rahman adalah ikon dari gajah konservasi,” terang dia.
Menurut Chicco Jerikho, pengusutan kasus itu memerlukan dukungan dari masyarakat hingga penyidikan menemukan titik terang. Dia berharap kejadian tersebut menjadi yang terakhir. Sebab, wilayah taman nasional seharusnya aman bagi gajah.
”Semoga kematian gajah Rahman menjadi contoh dan tidak ada lagi Rahman lainnya,” ucap Chicco Jerikho.
Sebelumnya, seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) binaan Balai TNTN ditemukan mati. Gajah itu diduga dibunuh untuk diambil gadingnya, Rabu (10/1) sekitar pukul 08.30 WIB.
Kepala TNTN Heru Sutmantoro menjelaskan, kematian gajah jantan bernama Rahman tersebut pertama kali diketahui mahout (pawang gajah) Jumadi.
”Setelah didekati, gajah Rahman ditemukan dalam kondisi tergeletak lemas dan gading sebelah kiri sudah terpotong dan hilang,” terang Heru.
Berdasar kondisi Rahman, diduga kuat gajah berusia 46 tahun tersebut diracun terlebih dahulu sebelum dipotong gadingnya.
Sempat dilakukan upaya penanganan awal sesuai dengan petunjuk dokter hewan BBKSDA Riau dengan memberikan obat pencahar (norit), susu, dan gula cair menggunakan selang. Namun, nahas gajah Rahman mati sekitar pukul 15.55 WIB.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
