Kawasan persawahan di Pedungan Denpasar.
JawaPos.com–Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar Bali berupaya mengembangkan pertanian presisi menuju pertanian yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Melansir dari Radar Bali (Jawa Pos Group), Analis Prasarana Sarana Pertanian Distan Kota Denpasar IGAN Anggreni Suwari mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan Pupuk Indonesia mengembangkan pertanian presisi yang tepat.
”Pada 2023, kami sudah melakukan kegiatan spasial lahan, memetakan lahan pertanian di 41 subak di Denpasar. Kegiatan ini penting untuk memetakan lahan di Denpasar, sehingga menghasilkan petakan-petakan yang kita ketahui,” ujar Anggreni Suwari.
Dengan pemetaan tersebut, lanjut dia, dapat diketahui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang akan di-input tiap tahun sebagai alokasi kebutuhan pupuk. Selain itu dapat diketahui luas petakan petani dan jumlah pupuk yang diperlukan.
Dalam upaya tersebut Distan Kota Denpasar menggunakan teknologi drone spektral untuk memetakan unsur hara di 13 subak bekerja sama demplot di Subak Uma Desa sejak 14 Desember 2023.
Suwari menyebutkan, dalam menyediakan drone tersebut bekerja sama dengan Pupuk Indonesia dan hanya membeli aplikasi, yaitu Aplikasi Geo Spasial Lahan. Pemetaan dilakukan saat tanaman berusia 0 hingga 20 hari sehingga setelah pemetaan dan diketahui unsur hara yang terkandung dalam tanah, petani bisa langsung melakukan pemupukan.
”Selain pemetaan unsur hara, kami juga bisa memprediksi panen dengan drone. Itu umur padi 90 hari setelah tanam,” kata Anggreni Suwari.
”Keuntungannya adalah kami dapat membantu petani terhadap penebas, harga gabah berapa. Dan dapat meningkatkan produktivitas 15 persen,” tambah dia.
Untuk periode selanjutnya, dia menyebut akan dibicarakan lagi dengan Pupuk Indonesia terkait kelanjutan 28 subak lain di Denpasar. Sebab, pemetaan lalu hanya 13 subak yang umur tanaman 20 hari setelah tanam.
Dia menambahkan, penggunaan teknologi drone tersebut diharapkan bisa semakin digencarkan lagi untuk membantu petani di Kota Denpasar dengan luas lahan pertanian 1.680 hektare.
”Distan akan tahu untuk menentukan kebijakan yang tepat terutama pemberian pupuk dan penentuan pupuk subsidi, supaya angka-angkanya tepat. Karena dari pemetaan lahan ini, kita tahu setiap petak akan membutuhkan pupuk yang berbeda, tidak akan sama,” tutur Anggreni Suwari.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
