Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Maret 2024 | 13.30 WIB

BPBD Tuban Sebut Gempa Susulan Terjadi 57 Kali hingga Pukul Sembilan Malam, Rumah Warga dan Bangunan Kelenteng Rusak

Tangkapan layar dari potongan video gempa di Kelenteng Tuban. /Dok Radar Tuban - Image

Tangkapan layar dari potongan video gempa di Kelenteng Tuban. /Dok Radar Tuban

JawaPos.com -  Belum lama ini gempa bumi telah mengguncang wilayah Tuban, Jawa Timur.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban menyebutkan gempa bumi berpusat di perairan laut Tuban, Jawa Timur pada hari Jumat (22/3). 

Gempa yang terjadi pukul 11.22 WIB diprediksi akan berpotensi terhadap gempa susulan hingga malam hari.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPBD Tuban, Sudarmaji, seperti dilansir dari Radar Tuban (JawaPos Group).

Ia mengatakan bahwa update terakhir gempa susulan masih terjadi pada pukul 21.25 WIB. Sementara, berdasarkan informasi yang didapat oleh pihaknya telah terjadi 57 kali gempa.

Dari jumlah itu, gempa dengan kekuatan terbesar terjadi sebanyak tiga kali secara berurutan dengan magnitudo 6,0 SR dan disusul 5,6 SR, serta yang terbesar 6,5 SR.

Ia juga mengatakan bahwa kerusakan bangunan paling parah terjadi pada lima rumah warga.

Kelima rumah warga itu milik Sulaimi di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko; rumah milik Ngatmin di Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan; rumah milik Sudartik di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; rumah milik Winarlin di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding; dan rumah milik Tikno di Desa Laju Kidul, Kecamatan Singgahan.     

Kerusakan bangunan yang dialami kelima rumah tersebut yaitu mulai dari dapur dan pagar roboh hingga Sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan.

Selain berdampak rusaknya rumah warga, gempa juga merusak sebagian bangunan Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban dan bekas Balai Desa Dagangan, Kecamatan Parengan.

Sementara itu terkait kerusakan bangunan kelenteng itu, Sudarmaji mengaku masih belum bisa menyampai lebih lanjut. Hal itu lantaran sampai hari Jumat (22/3) malam masih dilakukan proses asesmen.

“Selain itu, kabar jalan rusak berat, rumah tingkat roboh, gelombang laut masuk daratan itu tidak benar. Masyarakat dalam kondisi aman dan tidak ada yang diungsikan,” ujar Sudarmaji.  

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi.

“Hindari bangunan yang rentan. Gempa susulan masih memungkinkan terjadi,” tegasnya.***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore