Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Februari 2024 | 17.30 WIB

Cegah Sampah Kembali Menggunung di Terminal Purabaya, Ini Strategi yang Dilakukan DLHK Sidoarjo

Bus saat melintas di jalan yang sempat viral karena tumpukan sampah. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO) - Image

Bus saat melintas di jalan yang sempat viral karena tumpukan sampah. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

JawaPos.com - Merespon viralnya video melubernya sampah di Terminal Purabaya hingga memakan bahu jalan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo dengan sigap membersihkan gunungan sampah.

Melansir dari Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group), Selasa (27/2), tempat tersebut sudah lebih bersih daripada sebelumnya sehingga bus dapat melaju dengan leluasa.

Setelah melakukan pembersihan sampah, Kepala UPT TPA Griya Mulya DLHK Sidoarjo, Hajid Arif Hidayat berencana akan melakukan pengawasan sampah dari warga Desa Bungurasih.

Oleh sebab itu, pihaknya akan menyiapkan armada untuk mengakut sampah-sampah tersebut.

"Kami setiap hari akan menyiapkan satu armada truk untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA Jabon, namun kami mengharap sampah tersebut dipilah terlebih dahulu," ucapnya.

Untuk mengurangi volume sampah di TPA Jabon, dirinya menjelaskan bahwa proses pemilihan sampah seharusnya dilakukan sebelum dibuang ke TPST.

"Sampah terlebih dahulu dilakukan pemilihan sebelum dibuang, tujuannya untuk mengurangi volume sampah, sehingga tidak mudah menimbulkan penumpukan sampah," jelasnya.

"Pengelola tidak hanya menangani sampah dari area terminal Bungurasih saja, namun juga dari sekitar tiga ribu kepala keluarga warga di Desa Bungurasih," imbuh Hajid.

Sementara itu, Korsatpel Terminal Purabaya, Ahmad Badik menyebutkan bahwa pihaknya bersama DLHK Sidoarjo akan melakukan pengolahan sampah di TPST areal terminal agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk.

"Agar tidak terulang terjadinya gunungan sampah lagi, langkah awalnya tidak hanya ditampung namun langsung dibuang ke TPA," terangnya.

Dalam proses pengolahan sampah, pihaknya berencana akan melibatkan masyarakat sekitar. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Sebelum dikirim ke TPA Jabon, sampah tersebut akan dilakukan pemilihan dari yang produktif dengan limbah. Nantinya diolah lagi menjadi pupuk organik dan magot. Dengan sistem tersebut, reduksi yang dihasilkan akan menjadi lebih sedikit.

"Akan segera kami laksanakan, tapi awal harus dilakukan clean up, kemarin karena dibutuhkan area untuk pengelolaan, ditahap awal dilakukan pendampingan oleh DLHK Sidoarjo," tandasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore