Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 03.55 WIB

Cegah Banjir, Eri Cahyadi Ingatkan Soal Kolam Penampung Air untuk Para Pengembang Perumahan

Eri Cahyadi dalam pemantauan dan penanggulangan banjir di Surabaya (Sumber: Pemkot Surabaya) - Image

Eri Cahyadi dalam pemantauan dan penanggulangan banjir di Surabaya (Sumber: Pemkot Surabaya)

JawaPos.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan kepada seluruh pengembang perumahan untuk memperhatikan keberadaan kolam pembuangan air.

Pasalnya, keberadaan kolam penampungan dinilainya penting untuk mencegah banjir di wilayah sekitar saat terjadi hujan deras.

"Jadi perumahan-perumahan saya sarankan untuk membuat kolam tampung. Sehingga (aliran air) tidak langsung dibuang (ke sungai)," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (21/2).

Wali Kota Eri menyebutkan bahwa dahulu pembangunan perumahan memang tidak diwajibkan membuat kolam tampung.

Namun, lambat laun jumlah perumahan terus bertambah, sehingga membuat lokasi yang dulunya merupakan tanah resapan menjadi terus berkurang.

"Karena itu sejak saya menjadi wali kota, setiap perumahan yang membangun, harus memiliki kolam tampung. Apalagi dia (perumahan) ada di hulu dan hilirnya (perkampungan) warga," ujar Eri Cahyadi.

Walikota Surabaya tersebut menilai keberadaan kolam tampung memiliki manfaat besar untuk menahan laju air sebelum dialirkan langsung menuju sungai.

Terlebih pada saat turun hujan dengan intensitas yang tinggi, jika bagian hulu tidak memiliki kolam tampung air maka bagian hilir akan cepat banjir.

"Karena kalau hulunya dibiarkan, tidak pakai kolam tampung, airnya langsung dibuang ke sungai, ya (hilirnya) banjir," tutur Wali Kota Eri.

Eri vahyadi mencontohkan kejadian seperti pada Kawasan Jalan Pakal Madya yang selama belasan tahun dilanda banjir bahkan saat tidak turun hujan, walaupun hanya 2-3 kali dalam setahun.

"Karena ini (Pakal Madya) tidak setiap hujan banjir. Tapi kalau hujannya deras dan di wilayah Gresik juga deras, maka di sini (Pakal Madya) banjir," tuturnya.

Walikota Eri juga menyebutkan contoh di wilayah Wiyung Surabaya pada Kawasan kompleks perumahan besar yang dulu langsung mengalirkan air melalui lubang besar menuju ke sungai.

Nah, saat hujan deras, kapasitas sungai tidak mampu menerima limpahan air yang besar sehingga mengakibatkan banjir di sekitarnya.

"Karena itu saya minta lubang ditutup, akhirnya posisi-posisi (air) di perumahan itu harus ditampung di dalam kolam tampung," ungkap Eri Cahyadi.

Selain itu, Walikota Eri juga meminta lurah dan camat agar memperhatikan pembangunan perumahan dengan skala kecil.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore