Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Februari 2024 | 22.48 WIB

Kalah Dalam Perolehan Suara di Pileg 2024, Caleg dan Timses Datangi Padepokan Anti Galau untuk Tenangkan Diri

Seorang caleg dan timses dari Kota Cirebon menenangkan diri di Padepokan Anti Galau milik Ustad Ujang Busthomi karena kecewa raihan suara di Pileg 2024 tidak sesuai target.- - Image

Seorang caleg dan timses dari Kota Cirebon menenangkan diri di Padepokan Anti Galau milik Ustad Ujang Busthomi karena kecewa raihan suara di Pileg 2024 tidak sesuai target.-

JawaPos.com - Sejumlah calon legislatif (caleg) dan tim sukses (timses) dari Kota Cirebon mulai mendatangi Padepokan Anti Galau milik Ustad Ujang Busthomi. Kedatangan para caleg maupun timses tersebut untuk menenangkan diri usai capaian suara tidak sesuai harapan pada Pemilu 2024.

Seperti yang dialami Syaefuddin Zuhri, salah seorang caleg dari Kota Cirebon, yang datang ke Padepokan Anti Galau milik Ustad Ujang Busthomi. Syaefuddin yang bertarung di Dapil 3 Kota Cirebon, datang ke Padepokan Anti Galau untuk menenangkan diri.

Dirinya datang ke padepokan tersebut untuk berkonsultasi dengan Ustad Ujang Busthomi yang terkenal dengan jargon 'Setan Belek Kepret'. Syaefuddin Zuhri harus menenangkan diri karena raihan suara di Pemilu 2024 jauh dari target yang sudah dicanangkan bersama timsesnya.

Sebelum memutuskan maju sebagai caleg, Syaefuddin sudah membentuk tim sukses sejak 2022 lalu. Selama dua tahun dirinya bersama tim melakukan berbagai sosialisasi agar bisa diterima warga di daerah pemilihannya.

Sosialisasi tersebut tentu membutuhkan anggaran. Syaefuddin mengakui sudah mengeluarkan uang untuk pencalonan dirinya dalam jumlah besar.

"Sekitar ratusan juta rupiah habis," ujar Syaefuddin kepada awak media dilansir dari Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Namun, tenaga dan materi yang telah dikeluarkan dalam sosialisasi itu ternyata tidak berbanding dengan hasil. Dari perolehan suara yang ditarget di angka ribuan ternyata yang diperoleh hanya ratusan suara.

"Target 1.500 hingga 2.000 suara, yang diperoleh hanya ratusan suara," ungkap Syaefuddin Zuhri.

Oleh sebab itu, dirinya berusaha menenangkan diri dengan cara mendatangi Padepokan Ustad Ujang Busthomi untuk 'berobat'. "Menenangkan diri supaya tidak merasa kecewa terus menerus," jelas Syaefuddin Zuhri.

Kedatangan Syaefuddin Zuhri ke Padepokan Anti Galau ditemani seorang warga yang merupakan tim suksesnya. Salah seorang timsesnya mengalami depresi akibat jagoannya tidak mendapatkan suara tinggi dalam penghitungan suara.

Syaefuddin Zuhri menjelaskan timses tersebut merasa kecewa dan mengalami tekanan berat hingga menderita depresi. Usaha untuk memuluskan jalan caleg yang diusungnya dilakukan dengan cara meminjam uang hingga menjual aset milik timses tersebut.

"Jual motor dan pinjam uang, jadi kecewa karena suara calegnya tidak terpenuhi," terang Syaefuddin.

Dirinya sengaja mengajak timses tersebut ke Padepokan Anti Galau agar bisa sembuh dari rasa depresi yang tengah dideritanya. "Minta diobatin oleh Pak Ustad supaya bisa kembali lagi (sehat)," sambung Syaefuddin Zuhri.

Sementara itu, Ustad Ujang Busthomi mengatakan tingkat depresi yang dialami timses tersebut masih tergolong ringan. "Depresi masih tergolong ringan masih bisa diajak bicara meski tidak nyambung," jelas Ustad yang akrab disapa Kang Ujang tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut, mayoritas caleg dan timses yang mengalami depresi, terjadi sejak penghitungan suara dimulai. "Dari kemarin-kemarin pas penghitungan suara," tutur Kang Ujang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore