
Selain warga Kediri, warga Tulungagung ada yang menolak nilai appraisal pembebasan tanah.
JawaPos.com - Pemerintah tengah gencar melakukan pembangunan proyek strategis nasional di wilayah Jawa Timur. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung atau Ki Agung yang merupakan akses ke Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung hingga kini masih abu-abu, sebab beberapa warga tak ingin melepas tanah mereka untuk pembangunan tol tersebut. Penolakan itu tak hanya terjadi di wilayah Kediri saja, melainkan warga Tulungagung juga belum menerima pembangunan tol tersebut lantaran menolak nilai appraisal dari lahan mereka.
Penolakan itu bukan karena tak setuju dengan pembangunan Tol Kediri-Tulungagung, melainkan nilai appraisal tanah warga dihargai tidak sesuai dengan ekspektasi warga. Hal ini yang menjadi salah satu kendala pemerintah ketika melakukan pembangunan infrastruktur dan melibatkan tanah warga.
Sementara itu, Kepala Kantor BPN Tulungagung, Ferry Saragih menyebut, saat ini sudah ada 29 bidang tanah terdampak tol Kediri Tulungagung di Kelurahan Panggungrejo yang uang ganti ruginya dititipkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung. Langkah itu diambil setelah pemilik 29 bidang tanah tidak ada yang mengajukan gugatan hingga 14 hari kerja setelah musyawarah ketiga penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan jalan tol Kediri-Tulungagung.
“Tidak ada yang mengajukan gugatan sampai 14 hari setelah musyawarah ketiga. Kalau tidak ada gugatan mekanismenya melalui konsinyasi,” jelas Ferry Saragih, dilansir dari Radar Tulungagung (Jawa Pos Group).
Meski warga tetap keukeuh menolak, pembangunan Tol Kediri-Tulungagung akan tetap dilakukan melalui konsinyasi. Meski warga tak mengambil uang ganti rugi, mau tidak mau akan tetap dieksekusi untuk pembangunan tol Kediri-Tulungagung.
“Setelah dibayarkan, sertifikat tanah yang sekarang masih berada di warga itu akan ditarik dengan mekanisme yang ada,” katanya.
Informasi terbaru hingga Februari ini, proses pembebasan lahan masih terus berjalan di wilayah Tulungagung. Sehingga pembangunan Tol Kediri-Tulungagung dipastikan molor hingga pembebasan lahan rampung.
Empat wilayah mulai Kelurahan Kutoanyar dan Kelurahan Panggungrejo Kecamatan Tulungagung, lalu Desa Simo Kecamatan Kedungwaru, dan Desa Panggungrejo Kecamatan Kauman sudah dinyatakan selesai.
“Desa-desa lainnya sudah ada yang masuk pada proses appraisal, sebagian masih menunggu pengumuman,” pungkas Ferry.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
