
Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi kunjungi Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Minggu (4/2).
JawaPos.com–Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menghadiri Mudzakarah Indonesia Maju berupa istighosah dan doa bersama untuk kemenangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Acara digelar di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Minggu (4/2).
Lutfi menyambut baik doa dan dukungan penuh dari para santri serta jajaran pengasuh Ponpes Tambak Beras untuk pasangan Prabowo-Gibran. Di hadapan ratusan santri dan juga pengasuh yang hadir, Lutfi menjelaskan alasan harus memilih Prabowo-Gibran pada 14 Februari.
Di antaranya karena hanya Prabowo-Gibran yang secara tegas akan melanjutkan program hilirisasi yang telah dijalankan Presiden Jokowi. Tanpa hilirisasi atau pembuatan produk di dalam negeri, Indonesia tidak akan bisa maju.
”Kalau Indonesia mau maju, hanya satu tiketnya. Yaitu barang-barang dibuat di Indonesia. Oleh sebab itu kita harus memilih pemimpin yang membuat di Indonesia. Pemimpin itu adalah Prabowo-Gibran,” kata M. Lutfi.
Lutfi membagikan kisahnya saat diutus Presiden Jokowi pergi ke Kepulauan Karibia, tepatnya ke Suriname, pada 2017. Untuk bisa tiba di Suriname, Lutfi harus terlebih dahulu transit di Eropa dan Amerika.
Saat tiba di Eropa dan Amerika, Lutfi mengungkapkan dijemput mobil-mobil mewah. Namun buatan luar negeri. Saat tiba di Suriname, Lutfi mengaku dijemput pakai mobil yang ternyata saat diperiksa ternyata dibuat di Indonesia.
Meski tidak semewah mobil di Eropa dan Amerika, kata Lutfi, dirinya merasa lebih nyaman mobil yang dibuat di Indonesia tersebut. Dia merasa bangga, mobil buatan Indonesia bisa mendunia. Itu merupakan salah satu bukti nyata keberhasilan hilirisasi.
Dia menjelaskan, program makan siang dan susu gratis bagi anak-anak Indonesia, generasi penerus bangsa. Dia mengingatkan pentingnya program tersebut untuk bisa melahirkan generasi yang sehat dan pintar, menyongsong Indonesia Emas 2045.
Lutfi pun mengingatkan para santri dan pengasuh Ponpes Tambak Beras untuk selalu menjaga Islam sebagai Islam yang rahmatan lil alamin. Yakni Islam yang toleran dan moderat. Dia tidak berharap Ponpes Tambak Beras disusupi Islam yang tidak toleran.
”Saya titip Ponpes Tambak Beras untuk menjaga Islam kita menjadi sangat toleran. Jangan sampai menerima Islam yang tidak toleran. Untuk itu kita juga harus memilih pemimpin yang benar,” ucap Lutfi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
